ต้องเปลี่ยนไหม ?
Kupas Tuntas! Operasi Hidung Bisa Bertahan Berapa Tahun? Silikon Bertahan Berapa Lama? Perlu Diganti atau Tidak?

Bagi siapa saja yang ingin melakukan operasi hidung, mungkin pernah membaca berbagai review tentang operasi hidung. Banyak orang mengatakan bahwa siapa pun yang ingin melakukan operasi hidung harus berhati-hati terhadap silikon yang bisa mengalami penurunan kualitas, bahkan ada yang khawatir silikon hidung bisa bermasalah sehingga harus sering revisi hidung. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya apakah operasi hidung memang benar-benar baik, silikon hidung bisa bertahan berapa lama, dan apakah setelah operasi hidung harus rutin menjalani operasi ulang untuk mengganti silikon atau tidak.
Dalam artikel ini, kami akan mengajak Anda mengenal lebih jauh tentang silikon untuk operasi hidung sekaligus menjawab pertanyaan mengenai berapa lama hasil operasi hidung dapat bertahan, apakah silikon hidung memiliki masa pakai, dan setelah melakukan operasi hidung sekali, berapa tahun kemudian perlu mengganti silikon baru. Yuk, simak jawabannya bersama!
Operasi Hidung Bisa Bertahan Berapa Tahun? Apakah Silikon Hidung Memiliki Masa Kedaluwarsa?
Setelah kita mengenal lebih jauh tentang silikon hidung, sekarang saatnya menjawab pertanyaan yang sering membuat banyak orang penasaran, yaitu apakah silikon hidung memiliki masa kedaluwarsa dan sebenarnya operasi hidung bisa bertahan berapa tahun.
Sebenarnya, silikon untuk operasi hidung yang menggunakan bahan medical grade (Implant Grade) memiliki masa pakai seumur hidup. Artinya, silikon tersebut dapat berada di dalam tubuh dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan seumur hidup tanpa perlu dilepas atau diganti dengan silikon baru.
Namun demikian, daya tahan silikon hidung juga bergantung pada cara perawatan dari orang yang menjalani operasi hidung itu sendiri. Selain itu, masih ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang perlu melepas atau mengganti silikon untuk revisi hidung, yang akan dibahas pada pembahasan berikutnya.
Mengenal Lebih Dekat Silikon Hidung
Sebelum mengetahui jawaban tentang operasi hidung bisa bertahan berapa tahun, mari kita mengenal lebih dulu tentang silikon untuk operasi hidung.
Silikon hidung merupakan bahan medis yang digunakan untuk membantu memperbaiki dan membentuk hidung sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Saat ini, silikon hidung dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Silikon Hidung Semi Siap Pakai (Semi Ready-Made)
Silikon hidung semi siap pakai adalah silikon yang sudah memiliki bentuk dasar sebelumnya, sehingga hanya perlu sedikit penyesuaian atau pengikiran untuk menyesuaikan bentuknya agar cocok dengan wajah. Jenis silikon ini biasanya digunakan pada pasien yang struktur dasar hidungnya tidak memiliki masalah.
Penggunaan silikon jenis ini membantu mengurangi waktu operasi di ruang bedah serta mengurangi risiko hidung menjadi miring atau bentuknya tidak sesuai hingga harus melakukan revisi hidung kembali. Bentuk silikon hidung semi siap pakai juga tersedia dalam berbagai model, sehingga dapat dipilih sesuai dengan kondisi jaringan hidung dan bentuk wajah masing-masing.
2. Silikon Hidung Bentuk Batangan (Block Silicone)
Silikon hidung bentuk batangan adalah silikon yang harus dipahat atau dibentuk ulang terlebih dahulu agar mendapatkan bentuk yang sesuai. Penggunaan silikon jenis ini memungkinkan dokter menyesuaikan bentuk silikon agar paling cocok dengan struktur wajah dan hidung pasien.
Meskipun proses operasi dengan silikon bentuk batangan cenderung lebih rumit dibanding silikon semi siap pakai, hasil permukaan silikon biasanya akan terlihat lebih halus dan menyatu lebih baik. Jenis silikon ini sering digunakan pada pasien yang memiliki masalah struktur hidung cukup banyak, seperti hump hidung yang sangat tinggi atau hidung yang sangat pendek, dan kondisi lainnya.
Baca selengkapnya : Bagaimana cara operasi hidung untuk hidung pendek dan sedikit daging agar hasilnya cantik dan mancung sesuai keinginan?
Berapa lama hasil operasi hidung dapat bertahan sering kali bergantung pada pemilihan jenis silikon yang digunakan, karena hal ini sangat penting dalam prosedur operasi hidung. Jika memilih jenis silikon yang tidak sesuai dengan kondisi hidung, dapat menimbulkan masalah dan membuat pasien harus melakukan revisi hidung setelah operasi. Di WE Clinic tersedia 2 jenis silikon yang dapat dipilih, dan dokter akan mempertimbangkan sesuai dengan struktur hidung masing-masing pasien. Dokter juga akan memahat silikon secara khusus case by case agar paling sesuai dengan bentuk wajah dan bentuk hidung pasien.
Jika Anda tertarik untuk melakukan operasi hidung, Anda dapat membaca artikel tambahan di : Operasi Hidung / Rhinoplasty.




Gejala seperti apa yang mengharuskan operasi revisi hidung dan mengganti silikon baru?

Operasi hidung bisa bertahan berapa tahun?
Meskipun silikon untuk operasi hidung pada dasarnya dapat bertahan seumur hidup, dalam banyak kasus orang yang melakukan operasi hidung tetap bisa mengalami masalah yang membuat mereka perlu menjalani revisi hidung dan mengganti silikon baru. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa hidung hasil operasi kita sudah waktunya direvisi dan mengganti silikon baru? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
- Silikon hidung bergeser atau mengambang – Terjadi karena silikon tidak menyatu dengan jaringan hidung serta pemilihan silikon yang tidak sesuai dengan struktur wajah. Akibatnya, silikon dapat bergerak dan menyebabkan peradangan hingga menimbulkan masalah silikon bergeser. Jika silikon turun hingga ke ujung hidung dan terjadi gesekan terus-menerus, hal ini dapat membuat ujung hidung menipis bahkan menyebabkan silikon menembus kulit hidung.
- Silikon hidung tembus – Terjadi akibat jaringan hidung yang tipis serta perubahan bentuk hidung. Biasanya terdapat tanda-tanda peringatan sebelum silikon benar-benar menembus, seperti kulit hidung menjadi tipis dan transparan, bagian tepi silikon terlihat di ujung hidung, muncul jerawat besar di ujung hidung, atau ujung hidung memerah. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi.
- Terjadi infeksi – Kondisi ini biasanya menyebabkan ujung hidung menjadi merah dan bengkak. Selain itu, dapat menimbulkan rasa nyeri pada area hidung, keluar cairan bening atau nanah, hingga perdarahan dari hidung dalam jumlah banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi lain, sehingga sebaiknya segera menemui dokter.
- Hidung miring – Merupakan masalah yang terjadi akibat silikon bergeser dari posisi batang hidung, sehingga bentuk hidung menjadi tidak simetris. Kondisi ini dapat membuat bentuk hidung berubah dan menimbulkan masalah lain setelah operasi hidung.
Jika muncul gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera kembali menemui dokter untuk merencanakan revisi hidung secepat mungkin. Karena jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih berbahaya dan lebih sulit untuk diperbaiki dibanding sebelumnya.
Penyebab yang Membuat Silikon Hidung Harus Diganti Baru
Setelah melakukan operasi hidung, terkadang baru beberapa tahun kemudian sudah muncul masalah yang membuat seseorang harus melakukan revisi hidung dan mengganti silikon baru. Masalah tersebut bisa berupa peradangan atau infeksi, silikon rusak, hidung tembus, dan masalah lainnya yang memengaruhi kesehatan maupun rasa percaya diri. Kondisi-kondisi ini bukan disebabkan karena silikon sudah kedaluwarsa, melainkan dapat terjadi karena beberapa faktor lain. Yuk, simak penyebabnya berikut ini.
1. Tubuh alergi atau mengalami reaksi negatif terhadap silikon.

Meskipun silikon untuk operasi hidung merupakan silikon grade medis (Implant grade) yang dibuat dari bahan aman bagi tubuh, silikon hidung tetap dianggap sebagai benda asing di dalam tubuh. Karena itu, tetap ada kemungkinan tubuh menolak silikon tersebut apabila sistem kekebalan tubuh bekerja berlebihan, atau yang biasa disebut sebagai reaksi alergi.
Bagi orang yang ingin melakukan operasi hidung tetapi tubuhnya menolak silikon, dokter mungkin akan mempertimbangkan operasi hidung menggunakan tulang rawan iga sebagai pengganti, karena jumlahnya cukup banyak untuk digunakan dalam proses operasi.
2. Ukuran silikon tidak sesuai dengan jaringan hidung.
Karena sudah memutuskan untuk operasi hidung, banyak orang ingin mendapatkan bentuk hidung yang sangat mancung hingga melebihi kemampuan jaringan hidung mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan kondisi dasar hidung asli. Jika memilih ukuran silikon yang tidak sesuai dengan jaringan hidung, misalnya hidung terasa keras, ukuran silikon tidak pas, batang silikon terlalu panjang, atau memilih silikon yang terlalu tinggi demi mendapatkan bentuk hidung yang lebih indah dan mancung, hal ini justru sering menimbulkan masalah. Mulai dari ujung hidung menipis, silikon bergeser, bentuk hidung berubah, hingga hidung tembus. Masalah-masalah ini dapat menyebabkan hasil operasi hidung hanya bertahan beberapa tahun sebelum akhirnya harus mengganti silikon baru lagi.
3. Kecelakaan
Hal yang terjadi secara tidak terduga seperti kecelakaan juga dapat menyebabkan silikon hidung yang telah dipasang bergeser. Kondisi ini sering disertai dengan hidung yang miring atau bengkok, sehingga bentuk hidung berubah dan akhirnya harus mengganti silikon baru.
Jika terjadi benturan pada area hidung akibat kecelakaan, perlu mempertimbangkan kemungkinan kerusakan pada struktur hidung juga. Oleh karena itu, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat berkonsultasi mengenai metode penanganan yang tepat. Dalam beberapa kasus, operasi plastik hidung saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi masalah secara menyeluruh, sehingga mungkin diperlukan perawatan di rumah sakit tambahan.
4. Bertambahnya Usia
Banyak orang yang mereview bahwa silikon hidung perlu diganti setiap 10 tahun sekali. Jika ditanya apakah hal tersebut bisa terjadi, jawabannya adalah bisa. Meskipun penyebab utamanya bukan berasal dari silikon itu sendiri, seiring bertambahnya usia kulit kita akan mulai mengendur sesuai proses penuaan. Hal ini membuat silikon yang sebelumnya pas dengan jaringan hidung menjadi bergeser dari posisi semula dan tidak lagi menempel dengan baik pada jaringan hidung, sehingga muncul masalah silikon mengambang.
Selain itu, ketika usia bertambah, kekuatan kulit juga mulai berkurang dan kulit menjadi lebih tipis. Kondisi ini dapat menyebabkan silikon bergesekan dengan ujung hidung hingga berisiko menembus kulit hidung.
5. Kebiasaan Tertentu dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah melakukan operasi hidung, perawatan diri tetap perlu diperhatikan secara khusus meskipun luka operasi sudah sembuh dengan baik. Namun, banyak orang sering mengabaikannya, seperti mengonsumsi makanan yang tidak sesuai atau tidak menjaga kebersihan hidung, yang dapat menyebabkan infeksi di kemudian hari. Selain itu, peningkatan tekanan pada area hidung secara tidak sengaja seperti saat bersin, maupun kebiasaan berisiko yang dapat memicu kecelakaan, juga bisa menyebabkan silikon hidung menjadi miring atau bergeser.
Baca selengkapnya: Makanan yang Boleh Dikonsumsi Setelah Operasi Hidung serta Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Setelah Rhinoplasty
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Teknik operasi hidung seperti apa yang paling aman?

Operasi hidung dapat dilakukan dengan menggunakan silikon maupun tulang/rawan dari bagian tubuh sendiri. Namun, teknik operasi hidung yang paling populer saat ini adalah menggunakan silikon, karena lebih aman dalam hal prosedur operasi yang dilakukan hanya pada satu area dan menyebabkan trauma serta rasa sakit yang lebih minimal.
Saat ini, revisi dan perbaikan struktur hidung dengan teknik operasi hidung open (open rhinoplasty) serta perpanjangan septum hidung lebih populer dibandingkan teknik tertutup (closed rhinoplasty). Meskipun biayanya lebih tinggi, teknik ini mampu mengatasi masalah struktur hidung dengan lebih efektif. Dokter dapat membuka dan memperbaiki struktur hidung secara menyeluruh, memperbaiki dasar hidung, merapikan tulang dasar hidung, membentuk batang hidung, memperpanjang septum, hingga membersihkan masalah di bagian dalam hidung secara detail. Setelah itu, struktur yang sudah kuat akan ditutup dengan silikon.
Untuk pemilihan silikon sendiri, dokter akan mempertimbangkan dan memilih jenis silikon secara khusus, lalu mengikirnya satu per satu sesuai kasus agar paling cocok dengan bentuk wajah dan bentuk hidung masing-masing pasien.

2. Berapa tahun setelah operasi hidung sebaiknya melakukan revisi hidung lagi?
Revisi hidung atau penggantian silikon baru biasanya dilakukan jika silikon hidung mengalami masalah, seperti silikon bergeser dan menyebabkan gesekan pada ujung hidung hingga ujung hidung menjadi tipis, terjadi infeksi, atau terkena benturan yang tidak disengaja hingga membuat silikon hidung menjadi miring. Namun, jika tidak terjadi masalah apa pun, maka tidak perlu mengganti silikon hidung yang baru.
3.Apakah operasi hidung memiliki efek saat sudah tua nanti?
Usia memang berpengaruh terhadap silikon pada operasi hidung, karena seiring bertambahnya usia, kekuatan kulit akan berkurang dan kulit menjadi lebih kendur. Hal ini dapat menyebabkan silikon tidak menempel dengan baik pada jaringan hidung sehingga silikon bisa bergeser.
Kesimpulan
Silikon untuk operasi hidung sebenarnya dapat bertahan seumur hidup dan tetap berada di dalam tubuh selama tidak ada faktor tertentu yang mengharuskan penggantian silikon, seperti peradangan atau infeksi, silikon hidung tembus, maupun silikon bergeser. Faktor-faktor tersebut bukan disebabkan karena silikon telah kedaluwarsa, melainkan umumnya terjadi akibat reaksi tubuh terhadap benda asing atau karena penggunaan silikon yang tidak sesuai dengan kondisi jaringan hidung.
Di WE Clinic, kami memiliki dokter bedah spesialis yang akan melakukan evaluasi kondisi hidung setiap pasien sebelum operasi hidung dilakukan. Karena itu, risiko revisi hidung akibat pemilihan silikon yang tidak sesuai dapat diminimalkan, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil operasi hidung yang memuaskan dan bertahan dalam jangka waktu lama.










สำหรับผู้อ่านทุกท่านที่มีข้อสงสัยเพิ่มเติม ทีมแพทย์ We Clinic ยินดีให้คำปรึกษาฟรี
โดยไม่มีค่าใช้จ่าย หรือสามารถปรึกษาหมอทาง facebook หรือ Line ได้ที่นี่เลยครับ