Apa Penyebab Deviasi Septum Hidung Bengkok? Bagaimana Cara Mengatasinya? Apakah Operasi Hidung Bisa Membantu?

Deviasi Septum Hidung (Deviated Nasal Septum)

Septum hidung bengkok merupakan masalah yang lebih sering terjadi daripada yang banyak orang kira, terutama pada mereka yang mengalami kesulitan bernapas, hidung tersumbat kronis, atau merasa salah satu sisi hidung lebih lega dibanding sisi lainnya. Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh alergi semata.

Namun, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kelainan pada struktur bagian dalam hidung. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki septum hidung bengkok karena gejalanya sering muncul secara bertahap dan tidak terlalu jelas pada tahap awal. Seiring waktu, kondisi ini dapat mulai memengaruhi kualitas hidup, seperti tidur yang tidak nyenyak, kesulitan bernapas, atau mengalami sinusitis berulang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab septum hidung bengkok, pilihan penanganan yang tersedia, serta apakah kondisi ini dapat memengaruhi operasi rhinoplasty (operasi hidung). Selain itu, kita juga akan mengulas apakah operasi hidung benar-benar dapat membantu mengatasi masalah septum hidung bengkok

ผนังกั้นจมูกคด Deviated Nasal Septum

Apa Itu Septum Hidung Bengkok?

Septum hidung bengkok (Deviated Nasal Septum) adalah kondisi ketika sekat di bagian tengah rongga hidung, yang terdiri dari tulang rawan dan tulang, mengalami penyimpangan, bengkok, atau bergeser ke salah satu sisi. Akibatnya, ukuran rongga hidung kiri dan kanan menjadi tidak seimbang.

Kelainan ini dapat mengganggu aliran udara di dalam hidung sehingga menyebabkan hidung tersumbat kronis, kesulitan bernapas, atau menimbulkan perasaan bahwa aliran napas di kedua sisi hidung tidak sama.

Bagaimana Ciri-Ciri Septum Hidung Bengkok?

  • Septum hidung miring atau bengkok ke salah satu sisi
 Normalnya, septum hidung berada di posisi tengah. Namun, pada kondisi septum bengkok, sekat hidung dapat bergeser ke arah kiri atau kanan sehingga struktur bagian dalam hidung menjadi tidak seimbang.
  • Ukuran rongga hidung kanan dan kiri tidak sama 
Ketika septum hidung mengalami pembengkokan, salah satu sisi rongga hidung dapat menjadi lebih sempit dibandingkan sisi lainnya, sehingga aliran udara yang melewati kedua sisi tidak seimbang.
  • Pernapasan tidak terasa lega pada kedua sisi hidung
 Banyak pasien merasa dapat bernapas lebih mudah hanya melalui satu sisi hidung, atau mengalami hidung tersumbat yang bergantian antara sisi kanan dan kiri.
  • Dapat disertai hidung tersumbat kronis 
Terutama pada pasien yang memiliki alergi atau lapisan dalam hidung yang mudah mengalami pembengkakan. Kondisi ini dapat membuat gejala semakin jelas dan lebih mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Pada beberapa kasus dapat terdapat tonjolan di dalam hidung 
Seperti taji tulang (bone spur) atau bagian septum yang menonjol, yang dapat menyebabkan iritasi, rasa penuh pada hidung, atau membuat aliran udara semakin terhambat.
  • Dapat mengganggu sirkulasi udara di dalam hidung
 Jika septum hidung mengalami pembengkokan yang cukup berat, kondisi ini dapat menyebabkan hidung terasa kering, tidak nyaman, sulit bernapas, atau meningkatkan risiko terjadinya masalah seperti sinusitis.

Apa Saja Penyebab Hidung Bengkok?

Septum hidung bengkok terjadi akibat kelainan pada tulang rawan dan tulang yang menjadi sekat di antara rongga hidung, di mana struktur tersebut mengalami kemiringan atau bergeser dari posisi tengah. Kondisi ini menyebabkan ukuran rongga hidung kanan dan kiri menjadi tidak seimbang serta dapat memengaruhi aliran udara di dalam hidung. Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain:

  • Cedera atau kecelakaan pada hidung
 Merupakan salah satu penyebab yang paling sering ditemukan, terutama akibat terjatuh, aktivitas olahraga, atau benturan keras yang dapat menyebabkan struktur hidung bergeser atau mengalami perubahan bentuk.
  • Kelainan bawaan sejak lahir 
Pada sebagian orang, septum hidung sudah mengalami kemiringan sejak lahir akibat perkembangan struktur bagian dalam hidung yang tidak seimbang.
  • Pertumbuhan tulang dan tulang rawan yang tidak seimbang
 Seiring bertambahnya usia, struktur bagian dalam hidung dapat berkembang secara tidak simetris sehingga menyebabkan septum hidung semakin terlihat bengkok secara bertahap.
  • Pembengkakan lapisan dalam hidung akibat alergi atau peradangan kronis
 Meskipun bukan penyebab langsung terjadinya septum hidung bengkok, kondisi ini dapat menjadi faktor yang membuat gejala seperti hidung tersumbat dan kesulitan bernapas menjadi lebih jelas.

Bagaimana Pengaruh Septum Hidung Bengkok terhadap Tubuh?

Septum hidung bengkok dapat secara langsung memengaruhi aliran udara di dalam hidung, sehingga menimbulkan berbagai gejala mulai dari tingkat ringan hingga yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Hidung tersumbat kronis dan sulit bernapas dengan optimal
 Ketika septum hidung bergeser ke salah satu sisi, rongga hidung pada sisi tersebut menjadi lebih sempit sehingga aliran udara berkurang. Sementara sisi lainnya dapat mengalami pembengkakan sebagai kompensasi. Kondisi ini menyebabkan hidung tersumbat pada satu sisi atau bergantian antara sisi kanan dan kiri, serta membuat napas terasa tidak lega.
  • Mendengkur, tidur tidak nyenyak, dan kualitas istirahat menurun
 Penyempitan saluran pernapasan menyebabkan aliran udara menjadi terhambat, sehingga jaringan di sekitar saluran napas dapat bergetar dan menimbulkan suara dengkuran. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menurunkan kualitas tidur sehingga pasien merasa kurang segar saat bangun.
  • Mudah mengalami mimisan, hidung kering, dan iritasi
 Aliran udara yang melewati area yang lebih sempit dapat menjadi lebih cepat, sehingga lapisan dalam hidung kehilangan kelembapan. Akibatnya, dapat terbentuk kerak, terjadi kekeringan, iritasi, dan hidung lebih mudah mengalami perdarahan.
  • Nyeri hidung, sakit kepala, atau nyeri pada area wajah Apabila septum yang bengkok menyentuh jaringan di sisi rongga hidung, kondisi ini dapat merangsang saraf dan menyebabkan rasa nyeri tumpul atau nyeri kronis pada area hidung, sekitar mata, maupun kepala.
  • Meningkatkan risiko sinusitis dan infeksi berulang 
Ketika struktur bagian dalam hidung mengalami kelainan, proses sirkulasi udara dan pengeluaran lendir dapat terganggu. Hal ini menyebabkan lendir lebih mudah menumpuk sehingga meningkatkan risiko terjadinya peradangan dan infeksi pada rongga sinus.
  • Penurunan kemampuan mencium dan kemungkinan memengaruhi bentuk hidung 
Aliran udara yang tidak optimal dapat menyebabkan udara tidak mencapai area penciuman secara maksimal, sehingga kemampuan mencium dapat berkurang. Pada beberapa kasus dengan tingkat pembengkokan yang berat, bentuk hidung bagian luar juga dapat terlihat miring atau tidak simetris.

Ada Berapa Metode untuk Mengatasi Septum Hidung Bengkok?

การแก้ไขผนังกั้นจมูกคด ทำได้กี่วิธี

Secara umum, penanganan septum hidung bengkok dapat dibagi menjadi 2 metode utama, yaitu pengobatan dengan obat-obatan untuk membantu meredakan gejala dan tindakan operasi untuk memperbaiki struktur bagian dalam hidung secara langsung.

Dokter akan menentukan metode pengobatan yang paling sesuai berdasarkan tingkat kemiringan septum, tingkat keparahan gejala, serta dampaknya terhadap aktivitas dan kualitas hidup masing-masing pasien.

Pada kasus dengan gejala yang masih ringan, dokter mungkin akan memulai dengan pengobatan konservatif terlebih dahulu. Namun, apabila septum hidung mengalami pembengkokan yang cukup berat hingga mengganggu pernapasan atau menyebabkan masalah kronis yang berulang, operasi biasanya menjadi metode yang lebih tepat untuk mengatasi penyebab masalah secara langsung.

Metode 1: Penanganan Konservatif dengan Obat-obatan (Medical Management)

Karakteristik:

Metode ini merupakan penanganan yang bertujuan untuk meredakan gejala. Pengobatan ini tidak dapat membuat septum hidung yang bengkok kembali lurus seperti semula, tetapi membantu mengurangi pembengkakan pada lapisan dalam hidung serta memperbaiki aliran udara agar lebih lancar.

Obat yang sering digunakan antara lain semprotan hidung golongan steroid dan obat dekongestan. Pengobatan ini cocok untuk membantu mengurangi keluhan seperti hidung tersumbat, kesulitan bernapas, atau gejala yang memburuk akibat alergi dan sinusitis.

Metode ini dapat membantu pasien bernapas lebih lega dengan mengurangi pembengkakan jaringan di sekitar rongga hidung. Namun, metode ini tidak mengatasi penyebab utama masalah. Jika septum hidung mengalami pembengkokan yang cukup berat, gejala dapat kembali muncul setelah penggunaan obat dihentikan.

Cocok untuk siapa:

Metode ini cocok untuk pasien dengan septum hidung bengkok dalam tingkat ringan, gejala yang belum terlalu berat, atau pasien yang mengalami hidung tersumbat akibat faktor lain yang menyertai, seperti alergi, peradangan pada lapisan dalam hidung, atau sinusitis. Kondisi tersebut dapat membuat gejala terasa lebih berat dibandingkan hanya disebabkan oleh kelainan struktur septum saja.

Selain itu, metode ini juga dapat digunakan sebagai langkah awal bagi pasien yang baru mulai mengalami gejala, atau sebagai cara untuk mengevaluasi apakah keluhan hidung tersumbat lebih disebabkan oleh pembengkakan jaringan dalam hidung atau memang disebabkan oleh struktur septum yang bengkok secara signifikan.

Efek Samping:

Penggunaan semprotan hidung yang tidak tepat atau digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan lapisan dalam hidung menjadi kering, rasa perih atau terbakar di dalam hidung, serta dapat menimbulkan sedikit perdarahan dari hidung.

Sementara itu, obat dekongestan yang diminum pada sebagian pasien dapat menyebabkan efek samping seperti jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, atau memengaruhi tekanan darah. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dan pengawasan dari dokter.

Metode 2: Operasi Koreksi Septum Hidung (Septoplasty)

Karakteristik:

Operasi Septoplasty merupakan metode pengobatan yang bertujuan mengatasi penyebab utama dengan memperbaiki struktur septum hidung. Dokter akan meluruskan tulang rawan dan tulang yang mengalami pembengkokan agar posisi septum menjadi lebih ideal, sehingga kedua rongga hidung menjadi lebih seimbang dan aliran udara dapat berjalan lebih lancar.

Prosedur ini dilakukan melalui bagian dalam rongga hidung sehingga umumnya tidak meninggalkan bekas luka pada bagian luar hidung. Saat ini, pada banyak kasus, teknik endoskopi sering digunakan untuk membantu dokter melihat area septum yang bengkok dengan lebih jelas sehingga tindakan dapat dilakukan dengan lebih tepat dan akurat.

Cocok untuk siapa:

Prosedur ini cocok untuk pasien yang mengalami septum hidung bengkok dengan tingkat keparahan yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan, seperti hidung tersumbat kronis, kesulitan bernapas, mendengkur saat tidur, tidur yang tidak nyenyak, sinusitis yang sering kambuh, atau kondisi yang tidak membaik meskipun sudah menjalani pengobatan.

Dalam beberapa kasus, pasien yang berencana melakukan rhinoplasty dan juga memiliki septum hidung bengkok mungkin perlu menjalani evaluasi untuk koreksi septum secara bersamaan. Hal ini bertujuan agar pasien mendapatkan hasil yang optimal, baik dari segi fungsi pernapasan maupun bentuk hidung yang lebih proporsional.

Efek Samping:

Setelah operasi, pada tahap awal pasien mungkin mengalami pembengkakan, rasa tersumbat pada hidung, adanya kerak di dalam hidung, atau sedikit perdarahan. Kondisi ini umumnya terjadi dalam 1–2 minggu pertama setelah operasi dan akan berangsur-angsur membaik seiring proses pemulihan.

Sementara itu, komplikasi yang jarang terjadi meliputi perdarahan berlebihan, perforasi septum hidung (lubang pada sekat hidung), terbentuknya jaringan parut atau perlengketan di dalam hidung, serta perubahan bentuk hidung bagian luar.

Risiko komplikasi tersebut biasanya bergantung pada tingkat kesulitan kasus dan pengalaman dokter yang melakukan tindakan. Oleh karena itu, sebaiknya operasi dilakukan oleh dokter yang memiliki keahlian khusus dalam menangani struktur hidung.

Apakah Operasi Koreksi Septum Hidung Bengkok Bisa Dilakukan Bersamaan dengan Rhinoplasty?

Operasi koreksi septum hidung bengkok dapat dilakukan bersamaan dengan rhinoplasty dalam satu kali tindakan. Pada prosedur ini, dokter akan memperbaiki tulang rawan di area ujung hidung agar sumbu hidung menjadi lebih lurus dan proporsional, sehingga bentuk hidung secara keseluruhan tampak lebih seimbang.

Namun, perlu dipahami bahwa rhinoplasty pada dasarnya berfokus pada perbaikan bentuk dan estetika hidung. Oleh karena itu, prosedur ini mungkin hanya memberikan sedikit perbaikan pada fungsi pernapasan dan tidak dapat mengatasi seluruh masalah struktur di dalam hidung.

Apabila pasien memiliki gangguan pernapasan yang jelas, seperti hidung tersumbat kronis atau kesulitan bernapas, penanganan yang paling tepat adalah operasi koreksi septum hidung yang dilakukan oleh dokter spesialis. Prosedur ini umumnya lebih sering dilakukan di rumah sakit dibandingkan operasi rhinoplasty kosmetik biasa.

Perlu diketahui juga bahwa septum hidung yang sedikit bengkok merupakan kondisi yang cukup umum dan tidak selalu berbahaya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menjalani pengobatan atau operasi, sebaiknya lakukan konsultasi dan pemeriksaan terlebih dahulu dengan dokter agar dapat dipilih metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Berapa Biaya Operasi Koreksi Septum Hidung Bengkok Sekaligus Rhinoplasty?

Biaya operasi koreksi septum hidung bengkok sekaligus rhinoplasty dimulai dari THB 79.000 dan dapat lebih tinggi, tergantung pada tingkat kesulitan kasus, teknik operasi yang digunakan, serta jenis bahan atau graft yang diperlukan.

Karena prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi pernapasan sekaligus membentuk ulang hidung dalam satu kali operasi, tingkat kompleksitasnya lebih tinggi dibandingkan rhinoplasty biasa. Terutama pada kasus yang memerlukan perbaikan struktur di beberapa bagian atau penggunaan tulang rawan milik pasien sendiri sebagai penopang.

Oleh karena itu, pasien sebaiknya menjalani konsultasi dan pemeriksaan langsung dengan dokter agar mendapatkan rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing serta informasi biaya yang paling akurat.

Persiapan Sebelum Operasi Koreksi Septum Hidung Bengkok

Persiapan sebelum menjalani operasi koreksi septum hidung bengkok merupakan langkah penting untuk membantu mengurangi risiko serta meningkatkan keamanan selama proses operasi. Oleh karena itu, berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan

  • Berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol setidaknya 1–2 minggu sebelum operasi
Hal ini membantu mengurangi risiko peradangan serta mempercepat proses penyembuhan luka.
  • Hentikan penggunaan obat yang memengaruhi proses pembekuan darah 
Misalnya aspirin, vitamin E, minyak ikan, atau beberapa jenis obat herbal, setidaknya 7 hari sebelum operasi. Namun, jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
  • Sampaikan riwayat kesehatan secara lengkap kepada dokter
Termasuk penyakit yang diderita, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta riwayat alergi obat, agar dokter dapat merencanakan operasi dengan aman dan sesuai kondisi Anda.
  • Berpuasa sesuai petunjuk dokter sebelum operasi
Pada umumnya, pasien diminta untuk tidak makan maupun minum selama 6–8 jam sebelum operasi, terutama jika prosedur dilakukan dengan anestesi umum atau obat penenang.
  • Istirahat yang cukup dan jaga kondisi tubuh tetap prima 
Hindari begadang atau sakit menjelang operasi agar tubuh berada dalam kondisi optimal dan proses pemulihan setelah operasi dapat berjalan dengan lebih baik.

Perawatan Setelah Operasi Koreksi Septum Hidung Bengkok

Perawatan diri setelah operasi koreksi septum hidung bengkok merupakan salah satu tahap penting yang tidak boleh diabaikan, karena berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka, mengurangi pembengkakan, serta membantu pemulihan rongga hidung setelah operasi. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi pada masa awal pemulihan
Terutama selama 1–2 malam pertama, gunakan bantal untuk menopang kepala agar posisinya lebih tinggi daripada tubuh. Hal ini membantu mengurangi pembengkakan, mencegah perdarahan ringan, serta membuat pernapasan menjadi lebih nyaman.
  • Jangan membuang ingus terlalu kuat atau mengorek hidung
Karena dapat menyebabkan luka di dalam hidung terbuka kembali, memicu perdarahan, atau mengganggu proses penyembuhan jaringan. Jika terdapat lendir atau bercak darah, cukup bersihkan dengan tisu secara perlahan.
  • Hindari benturan pada area hidung
Pada masa awal setelah operasi, hindari menekan, membenturkan, atau membuat hidung terkena benturan. Selain itu, hindari menundukkan kepala terlalu lama atau terlalu sering karena dapat meningkatkan tekanan dan memicu perdarahan.
  • Bersihkan hidung dengan larutan saline sesuai anjuran dokter 
Membersihkan hidung dengan cara yang benar dapat membantu menghilangkan sisa darah, lendir, maupun kerak luka, sehingga rongga hidung tetap bersih dan proses penyembuhan berjalan lebih baik.
  • Hindari olahraga berat dan mengangkat beban berat setidaknya selama 2 minggu
 Hal ini bertujuan untuk mencegah perdarahan, mengurangi risiko pembengkakan yang bertambah parah, serta membantu luka pulih lebih optimal, terutama hindari aktivitas yang memerlukan tenaga besar atau posisi kepala menunduk dalam waktu lama.
  • Pilih makanan yang lunak dan mudah dikunyah pada masa awal pemulihan
Sebaiknya hindari makanan yang terlalu panas, bercita rasa sangat pedas, atau makanan fermentasi pada periode awal setelah operasi karena dapat meningkatkan iritasi dan risiko perdarahan.
  • Istirahat yang cukup dan minum obat sesuai resep dokter
 Istirahat yang memadai akan membantu mempercepat proses pemulihan tubuh. Selain itu, konsumsi antibiotik, obat pereda nyeri, atau obat lain sesuai petunjuk dokter secara disiplin.
  • Perhatikan tanda-tanda yang tidak normal dan kontrol sesuai jadwal
 Apabila mengalami perdarahan yang banyak, nyeri hebat, pembengkakan yang semakin parah, demam, atau muncul bau tidak sedap dari hidung, segera kembali ke dokter. Jangan menunda atau menunggu gejala membaik dengan sendirinya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Septum Hidung Bengkok

Apakah Septum Hidung Bengkok Bisa Diobati? Apakah Bisa Sembuh Total?

Septum hidung bengkok merupakan kondisi yang dapat diobati. Jika kelainan disebabkan oleh struktur bagian dalam hidung, operasi koreksi septum yang dilakukan oleh dokter spesialis merupakan metode penanganan yang paling tepat karena mengatasi penyebabnya secara langsung.

Dokter akan memperbaiki posisi tulang dan tulang rawan septum yang bengkok agar kembali berada pada posisi yang lebih ideal. Dengan demikian, saluran pernapasan menjadi lebih lega sehingga keluhan seperti hidung tersumbat atau kesulitan bernapas dapat membaik secara signifikan.

Pada banyak kasus, operasi ini dapat memberikan perbaikan yang sangat baik dan berpeluang membuat pasien sembuh sepenuhnya. Meskipun kemungkinan septum kembali bengkok relatif jarang terjadi, kondisi tersebut tetap dapat terjadi, misalnya akibat benturan pada hidung setelah operasi atau karena faktor struktur serta kekuatan jaringan masing-masing pasien.

Oleh karena itu, sebelum menjalani pengobatan, pasien sebaiknya menjalani pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh oleh dokter agar rencana operasi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap individu.

Apakah Operasi Koreksi Septum Hidung Bengkok Berbahaya?

Operasi koreksi septum hidung bengkok pada umumnya merupakan prosedur yang aman apabila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman serta di klinik atau fasilitas kesehatan yang memenuhi standar. Hal ini karena operasi tersebut memerlukan keahlian khusus dalam menangani struktur bagian dalam hidung secara presisi.

Apakah Meluruskan Septum Hidung Itu Baik?

Meluruskan septum hidung merupakan teknik yang bertujuan memperbaiki struktur hidung dari bagian dalam. Prosedur ini cocok untuk kasus hidung pendek, jaringan ujung hidung yang tipis, atau ujung hidung yang terangkat, karena dapat membantu menambah panjang hidung sekaligus memberikan penopang yang lebih baik pada ujung hidung. Hasilnya, bentuk hidung menjadi lebih proporsional dan lebih stabil dalam jangka panjang.

Keunggulan teknik ini adalah mampu mengatasi masalah pada struktur hidung secara langsung, mengurangi risiko ujung hidung menjadi terlalu tipis atau mengalami perforasi, serta dapat memanfaatkan tulang rawan milik pasien sendiri untuk memperkuat struktur hidung. Namun, prosedur ini sebaiknya dilakukan oleh dokter yang berpengalaman agar hasil yang diperoleh optimal, estetis, dan tetap aman.

Kesimpulan tentang Septum Hidung Bengkok

Septum hidung bengkok adalah kondisi yang terjadi akibat kelainan pada struktur bagian dalam hidung, yang dapat memengaruhi fungsi pernapasan dan kualitas hidup secara langsung. Gejala yang sering muncul meliputi hidung tersumbat kronis, kesulitan bernapas, mendengkur saat tidur, atau sinusitis yang berulang. Banyak orang tidak menyadari kondisi ini karena gejalanya sering berkembang secara bertahap.

Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat untuk membantu meredakan gejala, maupun melalui operasi untuk memperbaiki struktur septum secara langsung. Operasi merupakan metode yang paling efektif untuk mengatasi penyebab utama, terutama pada kasus dengan gejala yang berat atau berlangsung lama.

Selain itu, koreksi septum hidung bengkok juga dapat dilakukan bersamaan dengan operasi rhinoplasty (operasi hidung), sehingga pasien tidak hanya memperoleh fungsi pernapasan yang lebih baik, tetapi juga bentuk hidung yang lebih proporsional dan sesuai dengan wajah.

สำหรับผู้อ่านทุกท่านที่มีข้อสงสัยเพิ่มเติม ทีมแพทย์ We Clinic ยินดีให้คำปรึกษาฟรี

โดยไม่มีค่าใช้จ่าย หรือสามารถปรึกษาหมอทาง facebook หรือ Line ได้ที่นี่เลยครับ

ปรึกษา เสริมคาง เสริมจมูก ออนไลน์
Line chat facebook chat