ฉีดฟิลเลอร์แล้วคางเป็นก้อน สาเหตุ อาการ และวิธีแก้ไขอย่างถูกต้อง

Suntik filler merupakan salah satu prosedur yang sangat populer di dunia kecantikan, karena dapat membantu mengatasi dagu pendek, dagu yang terpotong, serta memperbaiki bentuk wajah yang pendek agar terlihat lebih ramping dan proporsional secara alami. Selain itu, filler juga dapat mengisi garis atau cekungan yang dalam, memberikan hasil yang terlihat langsung, dan prosesnya tidak memakan waktu lama.

Namun demikian, sebagai Dokter yang telah menangani banyak kasus secara langsung, saya, Dr. Sam dari WE Clinic, ingin menegaskan bahwa prosedur suntik filler bukanlah hal yang boleh dianggap sepele. Meskipun terlihat sebagai tindakan kecil, jika dilakukan oleh tenaga yang kurang berpengalaman atau menggunakan filler yang tidak berstandar, hal ini dapat menimbulkan risiko.

Masalah yang sering ditemukan adalah setelah suntik filler, dagu menjadi menggumpal. Hal ini tidak hanya membuat bentuk wajah menjadi kurang estetik, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya komplikasi yang perlu segera ditangani dengan cara yang tepat.

Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan menjelaskan secara rinci mengenai penyebab dagu menjadi menggumpal setelah suntik filler, tanda-tanda bahaya yang perlu diperhatikan, serta metode penanganan yang aman. 

Dengan demikian, diharapkan semua orang dapat memahami gambaran secara menyeluruh dan merasa lebih yakin bahwa jika masalah ini terjadi, Anda dapat mengatasinya dengan cara yang benar.

Apa penyebab dagu menjadi menggumpal setelah suntik filler?

Dagu yang menjadi menggumpal setelah suntik filler tidak disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil dari beberapa faktor yang saling berkaitan. Mulai dari keterampilan dan pengalaman Dokter, jenis serta kualitas filler yang digunakan, hingga standar klinik atau tempat pelayanan. Memahami penyebab-penyebab ini akan membantu dalam pencegahan serta penanganan yang tepat.

1. Keahlian dan pengalaman Dokter

Dokter yang kurang berpengalaman dapat menyuntikkan filler di posisi yang salah, pada lapisan kulit yang tidak tepat, atau menggunakan jumlah yang tidak sesuai. Hal ini dapat menyebabkan filler berkumpul menjadi gumpalan atau menimbulkan peradangan kronis. Pada kasus yang lebih parah, filler bahkan bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan jaringan mati (Nekrosis).

2. Struktur dasar dagu

Beberapa orang memiliki jaringan di area dagu yang tipis atau sudah memiliki ketidak seimbangan struktur sejak awal. Ketika filler disuntikkan, filler bisa lebih sulit menyebar dengan merata dan lebih mudah berkumpul menjadi gumpalan dibandingkan orang pada umumnya, sehingga membuat permukaan dagu terlihat tidak halus.

3. Posisi dan jumlah penyuntikan

Menyuntikkan filler pada posisi yang terlalu dangkal atau terlalu rendah berisiko membuat filler turun ke ujung dagu hingga terlihat sebagai gumpalan. Selain itu, penggunaan filler dalam jumlah yang berlebihan (Overfilling) juga dapat menyebabkan dagu terasa keras, bentuknya tidak alami, dan lebih mudah terjadi penggumpalan.

4. Jenis dan kualitas filler

Jika memilih filler yang tidak sesuai untuk pembentukan dagu, misalnya dengan molekul yang tidak stabil atau kualitas yang rendah, filler dapat sulit menyebar dan akhirnya menggumpal. Selain itu, jika menggunakan filler palsu atau yang tidak berstandar, masalah yang terjadi bisa menjadi lebih serius karena bahan tersebut tidak dapat terurai secara alami.

5. Reaksi alergi terhadap filler

Meskipun filler asli jenis Hyaluronic Acid memiliki tingkat keamanan yang tinggi, pada beberapa orang tetap dapat terjadi reaksi alergi, seperti pembengkakan yang tidak normal, nyeri, kemerahan, gatal, atau muncul ruam dan nanah. Kondisi ini harus segera diperiksakan ke Dokter. Terlebih lagi jika menggunakan filler palsu, risiko alergi dan infeksi akan jauh lebih tinggi.

6. Infeksi setelah penyuntikan

Penyuntikan filler di klinik yang tidak berstandar atau penggunaan alat yang tidak steril dapat menyebabkan infeksi. Kondisi ini dapat membuat dagu muncul benjolan yang disertai gejala seperti nyeri, bengkak, kemerahan, atau bahkan bernanah.

7. Perpindahan filler dari posisi yang tidak tepat

Filler dengan kualitas rendah atau filler palsu seperti silikon cair, parafin, atau bioplastik tidak dapat terurai secara alami. Seiring waktu, bahan tersebut dapat berpindah turun ke ujung dagu dan berkumpul menjadi gumpalan, sehingga menyebabkan bentuk dagu berubah secara permanen.

8. Filler palsu

Ini merupakan penyebab yang paling berbahaya, karena filler palsu biasanya mengandung bahan yang tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan peradangan kronis, infeksi, dan perubahan bentuk dalam jangka panjang. Pada sebagian besar kasus, penanganannya memerlukan suntikan untuk melarutkan filler serta tindakan operasi untuk mengangkat filler tersebut.

9. Jenis filler yang tidak sesuai

Setiap jenis filler memiliki tingkat kepadatan dan karakteristik yang berbeda. Jika menggunakan filler yang tidak cocok untuk pembentukan dagu, misalnya jenis yang kurang stabil atau tidak mampu mempertahankan bentuk dengan baik, filler dapat menyebar tidak merata dan akhirnya menggumpal. Untuk pembentukan dagu, sebaiknya memilih filler dengan stabilitas tinggi dan kemampuan mempertahankan bentuk yang baik agar hasilnya terlihat alami dan aman.

Tanda-tanda berbahaya yang harus segera diperiksakan ke Dokter

etelah suntik filler dagu, pembengkakan ringan atau bekas tusukan jarum kemerahan dalam 2–3 hari pertama dianggap normal, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1 minggu. Namun, jika gejala tersebut menjadi lebih parah atau berlangsung lebih lama dari itu, hal ini bisa menjadi tanda adanya kelainan yang memerlukan penanganan medis segera.

1. Nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa panas yang tidak normal

Jika muncul rasa nyeri, perih, atau pembengkakan dan kemerahan yang lebih dari biasanya, terutama jika gejala semakin memburuk dan tidak mereda dalam 3–5 hari pertama, ini merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.

2. Kulit tidak rata dan bentuk dagu tidak normal

Gejala yang sering ditemukan pada kasus setelah suntik filler yang menyebabkan dagu menjadi berbenjol adalah dagu terasa keras dan menonjol, terdapat permukaan yang tidak rata, atau kulit terlihat bergelombang. Dalam beberapa kasus, filler dapat berpindah ke area yang tidak diinginkan sehingga membuat bentuk wajah menjadi tidak seimbang.

3. emerahan, ruam, atau reaksi alergi

Munculnya kemerahan atau memar setelah suntik filler dapat terjadi, namun biasanya akan memudar secara bertahap dalam 1–2 minggu. Jika tidak kunjung hilang, atau disertai dengan ruam seperti biduran, rasa gatal, atau perih, hal ini bisa menjadi tanda reaksi alergi atau infeksi yang memerlukan pemeriksaan Dokter segera.

4. Infeksi dan munculnya nanah

Jika area yang disuntik filler mengalami pembengkakan, kemerahan, dan terasa panas secara tidak normal, serta mulai muncul nanah, itu menandakan telah terjadi infeksi. Kondisi seperti ini tidak bisa ditunggu hingga sembuh sendiri dan harus segera mendapatkan penanganan dari Dokter spesialis.

5. Perubahan warna kulit atau penyumbatan pembuluh darah

Jika kulit di area dagu berubah menjadi merah keunguan atau tampak pucat keputihan, hal ini bisa menandakan adanya penyumbatan pembuluh darah, yang merupakan kondisi serius. Jika dibiarkan terlalu lama, dapat menyebabkan jaringan mati, sehingga harus segera mendapatkan penanganan darurat.

Cara mengatasi filler yang menggumpal setelah penyuntikan

ฉีดฟิลเลอร์แล้วคางเป็นก้อน เสริมคางได้ไหม

Masalah filler yang menggumpal setelah penyuntikan dapat diperbaiki, namun harus berada di bawah pengawasan Dokter spesialis saja. Hal ini karena setiap kasus memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda dan memerlukan evaluasi yang mendetail. Secara umum, terdapat 3 metode utama yang digunakan untuk penanganannya, yaitu sebagai berikut:

1. Suntikan pelarut filler

Jika filler yang disuntik adalah filler asli jenis asam hialuronat (Hyaluronic Acid: HA), maka dapat diperbaiki dengan suntikan enzim hyaluronidase (Hyaluronidase: HYAL) yang berfungsi untuk menguraikan filler agar larut dengan aman. Sebelum melakukan penyuntikan pelarut, Dokter harus mengevaluasi jumlah filler yang telah disuntikkan sebelumnya (jumlah CC yang pernah disuntik) untuk menghitung dosis enzim yang sesuai. Setelah tindakan, beberapa pasien mungkin dapat melihat hasilnya secara langsung, namun umumnya perubahan akan terlihat secara bertahap dalam 1–3 hari. Jika ingin melakukan penyuntikan filler kembali, sebaiknya menunggu setidaknya 1 minggu setelah prosedur pelarutan.

2. Pengikisan filler

Metode ini dapat digunakan untuk semua kasus, terutama pada kasus filler yang bukan HA atau filler yang tidak dapat larut dengan sendirinya, dan belum menimbulkan masalah seperti dagu mengendur, peradangan, atau bentuk yang tidak normal, misalnya Polyacrylamide Gel (Aqualift) atau Hydrofilic Gel. Filler jenis ini akan menempel dengan kuat dan sulit diuraikan, sehingga perlu dilakukan pengikisan untuk menghilangkannya. Namun, pengikisan filler mungkin tidak dapat mengeluarkan seluruh filler; sebagian besar hanya dapat dihilangkan sekitar 50–95%. Prosedur ini harus dilakukan oleh Dokter spesialis karena memiliki risiko peradangan dan terbentuknya jaringan fibrosis.

3. Pembentukan ulang dagu bersamaan dengan pengikisan filler / bahan cair 

Metode ini biasanya digunakan pada kasus yang disuntik dengan bahan cair dan mengalami kelainan serius, seperti dagu mengendur, bentuk tidak normal, atau peradangan dan infeksi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengikisan filler, dapat dibaca di: Apa itu pengikisan filler pada dagu dan hidung? Apakah berbahaya dan berapa harganya?

4. Operasi untuk mengeluarkan filler

Jika filler yang digunakan adalah filler palsu berupa silikon cair, parafin, atau bahan yang mengeras menjadi benjolan besar dan menempel kuat dengan jaringan fibrosis, pengobatan dengan suntikan pelarut atau pengikisan biasanya tidak efektif. Dalam kasus ini, diperlukan operasi untuk mengeluarkanya. Operasi filler dagu merupakan prosedur yang kompleks dan harus dilakukan di klinik atau rumah sakit di bawah pengawasan Dokter bedah spesialis. Karena harus berhati-hati terhadap saraf dan pembuluh darah yang berada di bawah lapisan kulit. Meskipun operasi dapat membantu mengeluarkan filler, terkadang tidak semua filler dapat dikeluarkan sepenuhnya.

Setelah suntik filler, apakah bisa melakukan implan dagu jika dagu menggumpal?

Banyak orang yang pernah menyuntik filler pada dagu mengalami masalah, seperti dagu menggumpal, bentuk dagu tidak normal, atau hasil yang terlihat tidak alami, sering bertanya apakah bisa diperbaiki dan kemudian dilakukan implan silikon. Jawabannya adalah “bisa”, tetapi harus melalui evaluasi dan perencanaan yang cermat oleh Dokter spesialis.

Secara umum, jika filler yang digunakan adalah jenis asli Hyaluronic Acid (HA), filler akan larut dengan sendirinya secara alami dalam waktu 6 bulan–1 tahun. Setelah itu, implan silikon permanen pada dagu bisa dilakukan.

Namun, jika tidak ingin menunggu terlalu lama, Dokter dapat melakukan metode pelarutan filler dengan suntikan atau pengikisan filler sekaligus mengangkat jaringan fibrosis sebelum operasi implan.

Kasus yang pernah menyuntik filler asli (HA)

Jika filler telah larut sepenuhnya, operasi implan dagu dapat dilakukan seperti pada orang yang belum pernah menyuntik sebelumnya. Hanya saja, Dokter mungkin perlu mengikis sebagian jaringan fibrosis.

Pembengkakan dan memar mungkin sedikit lebih banyak dari biasanya, atau proses pembentukan bentuk dagu bisa lebih lambat, tetapi hasil jangka panjangnya akan relatif sama.

Kasus yang pernah menyuntikkan bahan cair atau filler palsu

Seperti silikon cair, parafin, atau bioplastik, yang tidak dapat larut dengan sendirinya dan sering menyebabkan dagu menonjol keras, permukaan kulit tidak rata, atau bentuk yang tidak normal.

Dalam kasus ini, hanya operasi mengeluarkan bahan yang dapat dilakukan. Prosedur ini jauh lebih kompleks dan harus dilakukan oleh Dokter bedah berpengalaman tinggi untuk mencegah kerusakan pada saraf dan pembuluh darah di area dagu.

Pencegahan masalah filler dagu yang menggumpal

Pencegahan adalah kunci utama untuk mengurangi risiko dagu menjadi menggumpal setelah suntik filler. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pelajari informasi dan pilih dokter spesialis – Baca ulasan, lihat kasus nyata, dan tanyakan teknik yang digunakan sebelum memutuskan. Pilih Dokter yang memiliki pengalaman langsung dalam menyuntik filler pada dagu.
  • Jangan tergiur harga murah – Harga yang terlalu rendah bisa menjadi tanda risiko “filler palsu” atau layanan berkualitas rendah. Gunakan filler berkualitas yang memiliki izin resmi dari BPOM. Periksa merek dan nomor lot dengan jelas.
  • Pilih klinik yang standar dan legal – Klinik harus memiliki nomor izin 11 digit yang bisa diverifikasi, menampilkan daftar Dokter beserta nomor registrasi profesional. Hindari suntik di klinik ilegal atau Dokter tidak bersertifikat karena berisiko filler berpindah, menggumpal, dan komplikasi serius.
  • Gunakan filler asli yang sesuai untuk dagu – Biarkan Dokter memilih jenis dan kekentalan filler yang sesuai dengan struktur dagu Anda. Filler asli harus memiliki label berbahasa Thailand, dokumen pendukung, dan segel lengkap yang dapat diperiksa langsung oleh pasien.
  • Alat dan peralatan bersih, modern, dan steril – Semua peralatan harus dalam kondisi baik dan disterilkan setiap kali digunakan untuk mengurangi risiko infeksi, yang sering menyebabkan benjolan dan peradangan.
  • Perawatan diri sebelum dan sesudah suntikSebelum suntik: Hindari alkohol, vitamin atau herbal yang memengaruhi pembekuan darah, dan jangan memakai riasan di hari prosedur. Setelah suntik: Hindari panas, memijat atau menekan dagu terlalu keras, olahraga berat, dan patuhi jadwal kontrol untuk memantau kondisi dengan cermat.
คำถามที่พบบ่อยเกี่ยวกับฉีดฟิลเลอร์คางเป็นก้อน 

Pertanyaan yang sering diajukan tentang filler dagu yang menggumpal

Mana yang lebih baik: implan dagu atau suntik filler dagu?

Implan silikon pada dagu adalah pilihan yang paling stabil dan permanen. Metode ini cocok bagi orang yang ingin mendapatkan dagu yang berbentuk indah, tegas, dan sesuai dengan wajah dalam jangka panjang, tanpa perlu khawatir melakukan pengisian ulang setiap tahun. Silikon memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan bertahan permanen.

Jika ingin dilepas, struktur dagu akan kembali seperti semula tanpa meninggalkan efek samping. Hasilnya adalah dagu yang proporsional, terlihat alami, dan meningkatkan rasa percaya diri secara nyata.

Suntik filler pada dagu cocok untuk mereka yang ingin memperbaiki bentuk dagu secara sementara, dengan hasil cepat dan tanpa operasi. Namun, kekurangannya adalah efeknya tidak bertahan lama (6 bulan – 1 tahun) dan perlu diisi ulang secara berkala. Jika filler yang digunakan tidak standar, ada risiko dagu menjadi menggumpal atau bentuknya tidak alami.

Jika menginginkan hasil jangka pendek, filler dagu bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika ingin dagu yang ramping, indah, bertahan permanen, terlihat alami, dan aman dalam jangka panjang, implan silikon pada dagu jelas merupakan pilihan yang lebih unggul. 

Berapa CC filler yang dibutuhkan untuk dagu?

Secara umum, suntik filler pada dagu dimulai sekitar 1 CC, yang dianggap cukup untuk membentuk dagu menjadi proporsional pada kasus standar.

Namun, jumlah filler yang digunakan sebenarnya tergantung pada masalah masing-masing individu, seperti struktur dagu asli, bentuk yang diinginkan, dan keseimbangan dengan keseluruhan wajah. Beberapa orang mungkin memerlukan 2–3 CC agar hasilnya terlihat jelas dan paling alami.

Yang penting, evaluasi harus dilakukan oleh Dokter spesialis. Jika digunakan terlalu banyak, ada risiko dagu menjadi menggumpal, tetapi jika terlalu sedikit, perubahan yang diinginkan mungkin tidak terlihat optimal.

Berapa lama filler dagu bertahan?

Secara umum, hasil suntik filler pada dagu bertahan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Hal ini tergantung pada merek dan jenis filler yang digunakan, serta teknik penyuntikan dan perawatan diri masing-masing pasien.

Kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi kecepatan larutnya filler. Misalnya, olahraga berat, sering mengonsumsi alkohol, atau sering terpapar panas tinggi dapat membuat filler larut lebih cepat dari biasanya.

Untuk membuat filler bertahan lebih lama dan mengurangi risiko efek samping, disarankan untuk merawat diri dengan ketat selama 1–2 minggu pertama setelah suntik sesuai petunjuk Dokter, serta mengikuti jadwal kontrol untuk mengevaluasi kondisi dagu.

สำหรับผู้อ่านทุกท่านที่มีข้อสงสัยเพิ่มเติม ทีมแพทย์ We Clinic ยินดีให้คำปรึกษาฟรี

โดยไม่มีค่าใช้จ่าย หรือสามารถปรึกษาหมอทาง facebook หรือ Line ได้ที่นี่เลยครับ

ปรึกษา เสริมคาง เสริมจมูก ออนไลน์
Line chat facebook chat