Apa penyebab bawah mata cekung? Dokter Pingping mengungkap cara mengatasinya secara tepat

Meski sudah tidur cukup, wajah masih tampak kusam. Hal ini sering kali disebabkan oleh bawah mata cekung, yaitu cekungan struktural di area peralihan antara bawah mata dan pipi yang menimbulkan bayangan gelap, sehingga riasan tampak kurang halus dan tidak merata.

Hari ini, Dokter Pingping dari WE Clinic mengajak Anda untuk memahami masalah ini secara tepat dan memilih solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Apa itu  bawah mata cekung? Apa saja ciri-cirinya?

Bawah mata cekung adalah kondisi di mana kulit pada area pertemuan antara bawah mata dan pipi mengalami cekungan yang dalam, sehingga tepi tulang rongga mata terlihat jelas. Hal ini menimbulkan bayangan yang membuat area bawah mata tampak gelap dan cekung, menyebabkan wajah terlihat lelah, kusam, atau tampak lebih tua dari usia sebenarnya, meskipun usia masih tergolong muda.

Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai mata tampak “cekung” atau “seperti tengkorak”, yang sering disertai dengan kerutan dan lingkaran hitam di bawah mata. Akibatnya, riasan menjadi lebih sulit diaplikasikan dan hasil makeup terlihat kurang halus.

Apa penyebab bawah mata cekung dan bagaimana bisa terjadi?

Bawah mata cekung dapat terjadi karena berbagai faktor, baik dari kedalaman rongga mata, pigmen di area bawah mata, maupun faktor lainnya. Oleh karena itu, Dr. Pingping dari WE Clinic membaginya menjadi 2 penyebab utama sebagai berikut:

1. Mekanisme fisiologis bawah mata cekung (Deep-set Eyes)

Karakteristik bawah mata cekung memiliki tingkat kompleksitas yang lebih dari sekadar struktur kulit, tetapi juga melibatkan struktur yang berada lebih dalam, yaitu:

  • Tulang rongga mata (Orbital Bone):VolumTulang rongga mata (Orbital Bone):Volume rongga mata (orbital volume) dan posisi tepi tulang rongga mata (orbital rim) berperan penting.
    • Rongga mata dengan volume besar membuat bola mata tampak masuk lebih dalam.
    • Tepi tulang rongga mata yang menonjol ke depan lebih jelas akan menimbulkan bayangan yang nyata di area bawah mata saat cahaya datang dari arah atas, sehingga membuat bawah mata tampak lebih cekung dari biasanya.
  • Jaringan lemak rongga mata (Orbital Fat):
    • Atrofi lemak: Seiring bertambahnya usia atau pada kondisi kekurangan nutrisi, jaringan lemak yang menopang bola mata dan mengisi area bawah mata akan mengalami penyusutan (fat atrophy). Hal ini menyebabkan volume bawah mata berkurang secara signifikan dan terbentuk cekungan yang disebut tear trough deformity, sehingga menimbulkan bawah mata cekung.
    • Septum Orbital (Orbital Septum): Merupakan jaringan fibrosis yang memisahkan lemak rongga mata dengan kelopak mata. Seiring bertambahnya usia, septum ini dapat melemah sehingga lemak berpindah ke arah depan (menyebabkan kantung mata). Sebaliknya, jika struktur keseluruhan mengalami penurunan atau kendur, kondisi ini juga dapat membuat alur bawah mata tampak semakin dalam.

2. Mekanisme Fisiologis Terjadinya Lingkar Hitam di Bawah Mata (Dark Under Eyes)

Lingkar hitam di bawah mata tidak disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil gabungan dari beberapa mekanisme.

  • Hipergmentasi Periorbital (Periorbital Hyperpigmentation):
  • Sirkulasi Darah dan Pembuluh Darah (Vascularity):
    • Kulit di bawah mata sangat tipis sehingga jaringan pembuluh kapiler dan pembuluh vena terlihat dengan jelas.
    • Ketika terjadi penumpukan darah (blood pooling), terutama setelah kurang istirahat, darah yang kekurangan oksigen akan berubah menjadi warna gelap (ungu/kebiruan) dan terlihat melalui kulit sebagai lingkar kehitaman.
  • Efek Optik (Optical Effect):
    • Pada kasus bawah mata cekung, warna gelap atau kehitaman yang terlihat sebagian besar merupakan “bayangan” yang disebabkan oleh jatuhnya cahaya pada cekungan di bawah tepi tulang rongga mata, bukan warna kulit yang sebenarnya.

3.Jaringan dan Tulang

Bawah mata cekung bukan hanya masalah pada lapisan kulit luar, melainkan merupakan hasil gabungan dari perubahan pada berbagai lapisan, mulai dari tulang hingga kulit.

  • Resorpsi Tulang Rongga Mata (Orbital Bone Remodeling):
    • Dalam proses penuaan alami, struktur tulang di sekitar mata terutama pada bagian tepi bawah rongga mata (inferior orbital rim) mengalami penyusutan atau pengikisan ringan. Hal ini menyebabkan rongga mata menjadi lebih lebar dan lebih dalam. Ketika struktur penopang berkurang, bola mata akan tampak seolah-olah masuk lebih dalam.
  • Septum Orbital (Orbital Septum) dan pergerakan lemak:
    • Orbital Septum adalah lapisan jaringan fibrosis tipis yang berfungsi sebagai pembatas antara lemak di dalam rongga mata (orbital fat) dan bagian depan kelopak mata.
    • Seiring bertambahnya usia, lapisan ini akan melemah dan mengendur, sehingga lemak orbital yang seharusnya menopang bola mata dapat bergeser dan menonjol ke arah depan, membentuk kantung mata.
    • Pergerakan lemak ke arah depan tersebut menyebabkan berkurangnya volume lemak di bagian dalam yang lebih dalam, sehingga menimbulkan cekungan atau alur yang dikenal sebagai “tear trough deformity” pada area perbatasan antara kelopak mata bawah dan pipi
  • Jaringan lemak subkutan (Subcutaneous Fat Atrophy): Lemak di bawah kulit pada area pipi bagian atas (daerah malar) dan lapisan dangkal bawah mata mengalami penurunan volume secara nyata, sehingga kulit ikut mengempis. Hal ini menyebabkan terbentuknya cekungan dan bayangan yang tampak jelas.

4. Kulit dan pigmen:

Kulit di area bawah mata merupakan bagian kulit yang paling tipis di tubuh, dengan  ketebalan hanya sekitar 0,5 milimeter. Oleh karena itu, area ini sangat sensitif terhadap berbagai perubahan.

  • Kerusakan kolagen dan elastin pada tingkat sel:
    • Sinar ultraviolet (UV) dari paparan sinar matahari merangsang enzim yang merusak kolagen dan elastin (Matrix Metalloproteinases – MMPs).
    • Radikal bebas akibat kebiasaan merokok dan polusi lingkungan juga mempercepat proses ini, sehingga struktur kulit melemah, kulit menjadi lebih tipis dan kendur.
  • Mekanisme terjadinya lingkar hitam di sekitar mata (Periorbital Hyperpigmentation – PIH):
    • Pigmen melanin: (Melanin):Pada kelompok etnis yang warna kulit lebih gelap, terdapat kecenderungan produksi melanin yang lebih tinggi di area sekitar mata akibat faktor genetik.
    • Stasis darah: (Blood Stasis): Kurang istirahat atau kondisi alergi dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah mata melebar dan terjadi penumpukan darah (venous congestion). Kulit yang tipis membuat warna keunguan gelap dari pembuluh darah dan hemoglobin terlihat jelas, menyerupai memar ringan.
    • Peradangan kronis: Kebiasaan menggosok mata terlalu sering atau penyakit kulit seperti dermatitis atopik dapat menimbulkan peradangan kronis, yang selanjutnya merangsang terjadinya penumpukan pigmen kulit (post-inflammatory hyperpigmentation).

5. Masalah kesehatan lainnya:

  • Dehidrasi pada tingkat sel: Kekurangan cairan tidak hanya berdampak pada penampilan luar, tetapi juga menyebabkan sel kulit kehilangan kekenyalan (turgor) dan volume jaringan di bawah mata berkurang sementara, sehingga cekungan tampak lebih jelas secara langsung.
  • Obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat, seperti obat tetes mata untuk glaukoma golongan prostaglandin analogues, dapat menyebabkan berkurangnya lemak di dalam rongga mata (orbital fat atrophy) sebagai efek samping langsung, sehingga menimbulkan kondisi mata cekung atau tampak dalam.

Pemahaman yang mendalam terhadap mekanisme-mekanisme ini membantu kita menyadari bahwa penanganan masalah bawah mata cekung memerlukan pendekatan kombinasi dari beberapa metode, mulai dari koreksi struktur dengan tindakan seperti filler, perbaikan kualitas kulit, pengisian lemak, hingga prosedur PRP.

Referensi data dari:

  1. Mekanisme fisiologis dan berbagai penyebab lingkar hitam serta  bawah mata cekung (mencakup faktor pigmen dan struktur)
  • Referensi: Alsaad, S. M., & Ross, R. J. (2016). Infraorbital dark circles: A review of the pathogenesis, evaluation, and treatment options. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 9, 211–222. Tautan ke sumber (NCBI/PubMed Central): https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4924417/
  1. Anatomi alur air mata dan penatalaksanaan deformitas kelopak mata bawah (berfokus pada struktur bawah mata cekung):
  • Referensi: Haddock, N. T., Saadeh, P. B., Webb, H. D., & Levine, S. M. (2009). Evaluation and Treatment of the Tear Trough Deformity in Lower Eyelid Rejuvenation. Plastic and Reconstructive Surgery, 124(4), 1332–1340. Tautan sumber (NCBI/PubMed Central): https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2884834/

pakah masalah cekungan bawah mata dapat diatasi?

Masalah cekungan di bawah mata dapat diatasi dengan berbagai metode. Cara yang paling populer dan memberikan hasil cepat adalah penyuntikan filler bawah mata untuk mengisi area cekung agar tampak lebih dangkal. Selain itu, terdapat juga metode lain seperti penyuntikan lemak (fat grafting) atau perawatan laser serta alat pengencangan kulit. Hasil yang diperoleh dapat berbeda-beda, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan masalah tersebut.

Metode penanganan bawah mata cekung dengan teknik medis

1. Filler bawah mata (Tear Trough Filler)

Filler merupakan metode non-bedah yang sangat populer untuk mengatasi bawah mata cekung. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan filler ke area bawah mata pada lapisan SOOF (Sub-Orbicularis Oculi Fat), yaitu lapisan lemak yang berada cukup dalam di bawah otot sekitar mata.

Filler membantu menambah dukungan pada struktur bawah mata sehingga area tersebut tampak terangkat. Oleh karena itu, penyuntikan filler cocok bagi pasien yang memiliki masalah bawah mata cekung, rongga mata dalam, garis halus, tampilan kusam, atau kondisi di mana tulang bawah mata mengalami penyusutan sehingga jaringan bawah mata ikut menurun.

Mekanisme kerja: Zat Hyaluronic Acid (HA) yang digunakan merupakan bahan sintetis dengan sifat yang menyerupai HA alami dalam tubuh. Molekul HA memiliki kemampuan menarik dan menahan air hingga 1.000 kali dari beratnya sendiri. 

เKetika disuntikkan ke lapisan bawah kulit yang dalam, tepat di atas tulang rongga mata, HA berfungsi sebagai struktur penopang (scaffolding), menambah volume secara instan dan meratakan permukaan kulit pada area cekungan agar sejajar dengan pipi. Hal ini membantu mengurangi bayangan gelap yang muncul akibat pantulan cahaya.

Efektivitas: Hasil dapat terlihat segera setelah penyuntikan. Tampilan akan terlihat alami apabila menggunakan filler dengan tingkat viskositas dan elastisitas yang sesuai  untuk area bawah mata.

Daya tahan: Hasil filler dapat bertahan sekitar 12–18 bulan, sebelum HA secara bertahap terurai secara alami oleh tubuh.Baca informasi lebih lanjut mengenai penyuntikan filler bawah mata di: https://weclinicbkk.com/under-eye-filler/

2. Penyuntikan lemak bawah mata (Fat Transfer / Fat Grafting)

Penyuntikan lemak merupakan metode yang populer untuk mengatasi bawah mata cekung dengan menggunakan lemak dari tubuh pasien sendiri, sehingga mengurangi risiko reaksi alergi terhadap benda asing. Tahapan utama prosedur ini adalah pengambilan lemak berlebih 

Dari area perut atau paha, kemudian dimasukkan ke dalam mesin sentrifugasi (centrifuge) untuk diputar dan memisahkan lapisan lemak, lalu disuntikkan secara bertahap ke area alur air mata/bawah mata cekung agar tampak halus dan menyatu secara alami dengan area pipi.

Mekanisme kerja: Lemak diambil melalui proses khusus yang bertujuan menjaga sel lemak tetap hidup sebanyak mungkin. Setelah disuntikkan, sel lemak yang bertahan harus membentuk koneksi baru dengan pembuluh darah kapiler di area suntikan agar memperoleh nutrisi dan dapat bertahan hidup.

Teknik: Dokter Pingping menggunakan teknik layering fat, yaitu menyuntikkan lemak dalam jumlah kecil secara berlapis dari lapisan dangkal hingga dalam, sehingga pembuluh darah dapat masuk dan memberi nutrisi secara merata. 

Hasilnya, lemak lebih mudah bertahan, permukaan tampak lebih halus dan alami, mengurangi risiko menggumpal atau penyusutan yang tidak merata, serta membuat hasil perawatan bertahan lebih lama.

Efektivitas: Memberikan hasil yang lembut, alami, dan cenderung lebih tahan lama dibandingkan filler.

Daya tahan: Hasil perawatan dapat bertahan selama beberapa tahun, namun tingkat keberlangsungan lemak berbeda pada setiap individu dan sebagian lemak dapat mengalami penyerapan kembali dalam jumlah kecil.

Risiko: Merupakan tindakan yang lebih kompleks dibandingkan filler, memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama, dan hasilnya dapat menjadi tidak merata apabila teknik penyuntikan tidak dilakukan dengan tepat.

3. Laser bawah mata, HIFU, dan RF (High-Intensity Focused Ultrasound & Radiofrequency)

Metode-metode ini bekerja dengan merangsang proses perbaikan kulit dari dalam, bukan dengan menambah volume jaringan secara langsung. 

Mekanisme kerja:

Mengirimkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang difokuskan pada titik-titik kecil hingga mencapai lapisan kulit yang dalam sampai ke lapisan SMAS (Superficial Musculoaponeurotic System),

Yang merupakan lapisan yang sama dengan yang digunakan pada prosedur operasi tarik wajah, sehingga menimbulkan titik-titik panas kecil (thermal coagulation points) yang merangsang kontraksi kolagen secara langsung dan mempercepat proses pembentukan kolagen baru dalam jangka panjang.

RF: Menghantarkan energi gelombang frekuensi tinggi ke lapisan dermis, menghasilkan panas yang lebih merata dibandingkan HIFU, sehingga merangsang kolagen yang sudah ada untuk berkontraksi serta memicu pembentukan kolagen baru.

Efektivitas: Membantu mengencangkan kulit yang kendur, membuat lapisan kulit bagian atas menjadi lebih kencang, serta sedikit mengurangi ketipisan kulit di bawah mata. Namun, metode ini tidak dapat mengisi cekungan dalam yang disebabkan oleh kekurangan volume jaringan.Hasil: Biasanya memerlukan beberapa kali perawatan (beberapa sesi) untuk mendapatkan hasil yang jelas, dan hasilnya akan terlihat secara bertahap dalam waktu 2–6 bulan setelah tindakan.

4. PRP (Platelet-Rich Plasma Therapy)

Penyuntikan PRP di bawah mata (Platelet-Rich Plasma) merupakan prosedur yang menggunakan trombosit dari darah pasien sendiri untuk membantu merevitalisasi dan memperbaiki kualitas kulit di area bawah mata. Metode ini cocok untuk kasus dengan masalah lingkar hitam di bawah mata. 

Atau pada kasus kulit yang tipis akibat sirkulasi darah yang kurang baik. Namun, apabila masalah bawah mata cekung disebabkan oleh faktor struktur atau penyusutan tulang, biasanya PRP akan dikombinasikan dengan filler agar hasilnya lebih jelas dan optimal.

Serta merangsang proses pemulihan alami tubuh, termasuk menstimulasi pembentukan kolagen dan elastin baru, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Efektivitas: Fokus pada peningkatan kualitas kulit, mengurangi lingkar hitam yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang kurang baik atau kulit yang tipis, sehingga kulit tampak lebih sehat dan cerah. Metode ini tidak memberikan volume atau memperbaiki cekungan secara langsung seperti filler.

Hasil: Memerlukan beberapa kali perawatan (disarankan 3–4 kali dengan jarak 4–6 minggu). Hasilnya akan meningkat secara bertahap dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah setiap sesi perawatan.

Masalah bawah mata cekung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, metode penanganannya pun berbeda-beda. Disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Pingping di WE Clinic.

Dokter akan melakukan evaluasi dan merekomendasikan pilihan perawatan yang paling sesuai, baik penyuntikan filler, fat grafting, PRP, maupun HIFU/RF, dengan mengutamakan keamanan dan hasil yang alami agar mata tampak lebih segar dan cerah.

Cara Mengatasi Bawah Mata Cekung Dengan Metode Alami

Bawah mata cekung (sunken eyes) biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang istirahat, dehidrasi, faktor genetik, atau bertambahnya usia. Metode alami dapat membantu mengurangi tampilan bawah mata cekung dan membuat kulit di sekitar mata terlihat lebih segar dan cerah. Namun, diperlukan konsistensi dalam perawatannya.Berikut ini adalah cara mengatasi baah mata cekung dengan metode alami:

  • Istirahat yang cukup: Tidur minimal 7–9 jam setiap malam sangat penting karena membantu tubuh memulihkan diri dan mengurangi penumpukan darah di area bawah mata.
  • Minum air yang cukup: Dehidrasi dapat membuat kulit tampak kusam dan pembuluh darah di bawah mata terlihat lebih jelas. Dianjurkan minum setidaknya 8 gelas air per hari agar kulit tetap lembap dan bercahaya.
  • Mengonsumsi makanan bergizi: Fokus pada makanan yang kaya vitamin C dan K, yang membantu menutrisi kulit serta memperkuat pembuluh darah.
  • Kompres dingin: Gunakan irisan mentimun dingin atau kantong teh bekas yang telah didinginkan, lalu letakkan di kelopak mata selama sekitar 15 menit. Suhu dingin membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi lingkaran hitam.
  • Pijat untuk melancarkan sirkulasi: Pijat lembut area sekitar mata dengan ujung jari untuk merangsang aliran darah, sehingga kulit bawah mata tampak lebih kencang dan lingkaran hitam memudar.
  • Gunakan produk perawatan kulit: Oleskan krim atau gel mata secara rutin yang mengandung bahan pelembap seperti asam hialuronat atau vitamin C untuk membantu menjaga kelembapan dan mencerahkan area bawah mata.
  • Hindari faktor yang merusak kulit:
    • Hindari paparan sinar matahari berlebihan: Gunakan tabir surya dan kenakan kacamata hitam untuk melindungi kulit sensitif di sekitar mata dari sinar UV.
    • Kurangi konsumsi kafein dan alkohol: Minuman ini dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat kulit tampak kusam.
    • Hentikan kebiasaan merokok: Merokok merusak kolagen dan elastin pada kulit, sehingga menyebabkan keriput dan kulit kendur.
  • Atur posisi tidur: Cobalah tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi menggunakan bantal untuk membantu sirkulasi cairan di sekitar mata dan mengurangi pembengkakan serta lingkaran gelap di pagi hari.

Jika metode alami tidak memberikan hasil atau masalah cekungan di bawah mata cukup parah, hal tersebut bisa disebabkan oleh struktur kulit atau proses penuaan. Dalam kondisi ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis guna mempertimbangkan perawatan medis yang sesuai.

Perawatan Setelah Suntik Lemak Di Bawah Mata Untuk Mengatasi ฺBawah Mata Cekung

Setelah menjalani prosedur suntik lemak di bawah mata, biasanya akan muncul sedikit pembengkakan, terutama dalam 1–7 hari pertama. Hal ini merupakan kondisi yang normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Dianjurkan untuk mengikuti petunjuk perawatan yang diberikan oleh Dokter agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat. Berikut beberapa langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan:

  • Jika terjadi pembengkakan, konsumsi obat pereda bengkak yang telah diresepkan oleh Dokter.
  • Hindari kompres panas maupun dingin pada area yang disuntik lemak, karena dapat menyebabkan sel lemak yang disuntik mati.
  • Area bekas tusukan jarum sebaiknya tidak terkena air selama kurang lebih 2 hari, karena luka tusukan di wajah membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk menutup sempurna.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi menggunakan bantal selama sekitar 1 minggu dan disarankan tidur telentang saja. Hindari tidur tengkurap selama kurang lebih 3 bulan.
  • Hindari olahraga selama sekitar 1 bulan.
  • Hindari pijat wajah, laser, sauna, dan berenang selama sekitar 1 bulan.
  • Hindari makanan fermentasi, makanan pantangan, serta suplemen atau vitamin. 
  • Hentikan merokok dan konsumsi alkohol selama 1 bulan setelah suntik lemak di bawah mata.

Perawatan Setelah Suntik Filler Bawah Mata untuk Mengatasi Mata Cekung

  • Hindari menyentuh area yang disuntik: Jangan menggosok, menggaruk, menekan, atau memijat area bawah mata. 
  • Hindari mengoleskan krim atau obat pada bekas tusukan jarum selama 1 malam pertama. 
  • Disarankan melakukan kompres dingin secara lembut untuk membantu mengurangi pembengkakan, namun hindari menekan terlalu kuat.
  • Atur posisi tidur dengan kepala lebih tinggi dari dada dan hindari tidur miring atau tengkurap.
  • Make up dapat digunakan setelah 24 jam, tetapi harus berhati-hati agar tidak menggosok atau menekan area suntikan terlalu keras.
  • Hindari pijat wajah, perawatan laser, sauna, dan berenang selama 1 bulan.

Bagaimana Cara Mencegah Bawah Mata Cekung?

Cara mencegah bawah mata cekung dapat dilakukan dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan perawatan kulit secara khusus. Hal ini membantu mengurangi faktor pemicu serta menjaga kesehatan kulit agar wajah tidak tampak kusam atau terlihat lelah sepanjang waktu.Berikut beberapa cara pencegahannya:

  • Tidur yang cukup: Usahakan tidur minimal 7–9 jam setiap malam dan jaga pola tidur yang teratur
  • Posisikan kepala lebih tinggi saat tidur: Gunakan bantal tambahan untuk meninggikan posisi kepala. Cara ini membantu mencegah penumpukan cairan di bawah mata dan mengurangi pembengkakan.
  • Minum air yang cukup: Dehidrasi dapat membuat lingkaran hitam di sekitar mata tampak lebih jelas. Minumlah air sepanjang hari agar kulit tetap lembap dan terhidrasi.
  • Konsumsi makanan bergizi: Fokus pada makanan yang kaya vitamin dan antioksidan, seperti sayuran hijau dan buah beri, yang membantu melancarkan sirkulasi darah.
  • Hindari konsumsi alkohol dan kafein berlebihan: Zat ini dapat menyebabkan dehidrasi dan memengaruhi sirkulasi darah sehingga lingkaran hitam tampak lebih gelap.
  • Hentikan kebiasaan merokok: Merokok merusak kolagen dan mempercepat proses penuaan kulit.
  • Kelola stres: Lakukan aktivitas relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk mengurangi stres yang dapat berdampak pada kesehatan tubuh dan kondisi kulit. 
  • Lindungi kulit dari paparan sinar matahari: Gunakan tabir surya di area sekitar mata secara rutin dan kenakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah kulit menjadi gelap dan rusak.
  • Kompres dingin: Gunakan kain dingin, sendok yang didinginkan, atau bantalan gel dingin untuk mengompres area bawah mata. Cara ini membantu menyempitkan pembuluh darah serta mengurangi bengkak dan lingkaran hitam sementara.
  • Gunakan produk perawatan area mata: Pilih krim mata yang mengandung vitamin C, retinol, atau asam hialuronat untuk membantu mencerahkan dan melembapkan kulit.
  • Hindari mengucek mata: Kulit di sekitar mata sangat tipis dan sensitif. Mengucek mata terlalu sering dapat merusak pembuluh darah halus dan memperparah lingkaran hitam.

Memilih Klinik untuk Mengatasi Bawah Mata Cekung, Di Mana yang Efektif dan Terlihat Hasilnya?

Cekungan di bawah mata bukanlah masalah kecil karena penyebabnya lebih kompleks dari yang dibayangkan. Pada sebagian orang disebabkan oleh struktur rongga mata yang dalam atau penyusutan lemak, pada sebagian lainnya karena kulit yang sangat tipis, pembuluh darah yang dangkal, atau penumpukan pigmen.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih klinik yang mampu menangani masalah secara tepat sasaran. Jika tidak, meskipun sudah melakukan banyak perawatan, hasilnya mungkin tidak terlihat jelas. Sebelum memutuskan, coba periksa kriteria klinik yang tepat berikut ini:

  • Standar klinik: Memiliki izin resmi sesuai hukum, ruang tindakan yang steril, serta peralatan yang lengkap dan memadai.
  • Tindakan dilakukan oleh Dokter yang berkompeten: Memiliki izin praktik, memahami area tear trough dan pembuluh darah di bawah mata, memberikan konsultasi secara detail dan menyeluruh tanpa memaksakan penjualan paket perawatan.
  • Produk asli dan dapat diverifikasi: Filler terdaftar di BPOM, nomor lot/serial dapat dicek, dan kemasan dibuka di hadapan pasien.
  • Diagnosis yang tepat dan jelas: Menentukan penyebab bawah mata cekung secara akurat agar dapat memilih metode perawatan yang paling sesuai untuk setiap pasien.
  • Ulasan dari pengguna nyata: Tersedia foto sebelum–sesudah dengan hasil bawah mata yang halus, tidak menggumpal, serta adanya kasus koreksi dari klinik lain.
  • Tindak lanjut setelah tindakan: Ada jadwal kontrol untuk mengevaluasi hasil perawatan, memastikan efektivitas, serta melakukan penyesuaian bila diperlukan.

Jika Anda ingin mengatasi bawah mata cekung dengan hasil yang terlihat, halus, tidak menggumpal, dan aman, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Pingping di WE Clinic.WE Clinic memenuhi standar fasilitas medis, menggunakan produk yang legal, serta menyusun rencana perawatan secara personal untuk mendapatkan hasil terbaik bagi Anda.

WE Clinic memenuhi standar fasilitas medis, menggunakan produk yang legal, serta menyusun rencana perawatan secara personal untuk mendapatkan hasil terbaik bagi Anda.

Berapa Harga Tindakan Untuk Mengatasi Bawah Mata Cekung? 

Tindakan koreksi bawah mata cekung dengan filler di WE Clinic dibanderol dengan harga 18.900 Baht / 1 CC. WE Clinic menggunakan filler Restylane, filler asli yang telah terdaftar di BPOM Thailand, dengan tekstur halus dan sangat cocok untuk area bawah mata.

Karena memberikan hasil yang tampak alami, tidak berlebihan, dan tidak menggumpal. Sebelum tindakan, Dokter akan mengevaluasi penyebab bawah mata cekung serta menentukan jumlah dan teknik penyuntikan yang tepat, dengan fokus pada hasil yang natural dan halus tanpa gumpalan. Bagi Anda yang tertarik, silakan membuat janji untuk konsultasi dan evaluasi langsung dengan Dokter spesialis perawatan kulit.

Pertanyaan Yang Sering Diajukan Tentang Cekungan Di Bawah Mata

Apakah bawah mata cekung bisa disembuhkan secara permanen?

Bawah mata cekung tidak dapat disembuhkan secara permanen 100%, terutama jika disebabkan oleh struktur tulang rongga mata, penyusutan lemak, atau faktor genetik. Hal ini karena faktor-faktor tersebut merupakan perubahan anatomi yang terjadi seiring bertambahnya usia dan tidak dapat dibalik sepenuhnya.

Namun, dapat diperbaiki secara signifikan dan hasilnya dapat bertahan selama beberapa tahun jika menggunakan teknik medis yang sesuai dengan penyebabnya, seperti:

  • Filler bawah mata: Mengisi cekungan agar tampak halus dan rata, dengan daya tahan rata-rata 8–12 bulan.
  • Suntik lemak sendiri (fat graft): Memberikan hasil yang lebih tahan lama karena menggunakan sel lemak dari tubuh sendiri.
  • Laser atau alat pengencang kulit: Membantu merangsang produksi kolagen dan memulihkan kekencangan kulit.

Kesimpulannya, bawah mata cekung dapat diperbaiki dengan jelas, tetapi tidak bersifat permanen. Evaluasi penyebab yang akurat oleh dokter spesialis merupakan kunci utama dalam memilih metode perawatan yang aman dan efektif.

Apakah suntik lemak atau suntik bawah mata untuk mengatasi bawah mata cekung berisiko menggumpal?

Baik suntik filler maupun suntik lemak di bawah mata memiliki kemungkinan terjadinya gumpalan, tergantung pada teknik penyuntikan, jumlah (CC) yang digunakan, lapisan kulit, serta kualitas bahan. Risiko yang paling sering terjadi adalah penyuntikan terlalu dangkal, penyebaran yang tidak merata, atau penggunaan volume yang berlebihan.  

Mengurangi Risiko tersebut, dengan memilih klinik yang berstandar, dokter yang berpengalaman menangani area bawah mata, penggunaan bahan asli yang terdaftar, serta perawatan pascatindakan yang tepat. Jika terjadi gumpalan, filler asli dapat dilarutkan dengan enzim hyaluronidase, sedangkan gumpalan lemak biasanya perlu disedot atau diangkat melalui tindakan bedah sesuai pertimbangan Dokter.

Apakah cekungan di bawah mata bisa diatasi hanya dengan krim?

Penggunaan krim dapat membantu sampai tingkat tertentu, terutama dalam hal menjaga kelembapan dan mengurangi garis halus. Namun, untuk cekungan bawah mata yang disebabkan oleh struktur atau penyusutan lemak, hasilnya tidak akan terlalu terlihat dan tidak bersifat permanen.

Krim yang mengandung Hyaluronic Acid (HA) membantu melembapkan dan membuat kulit tampak lebih penuh, sedangkan Vitamin C membantu mengurangi pigmentasi dan merangsang produksi kolagen sehingga kulit terlihat lebih cerah. Meski demikian, hasilnya tetap bersifat sementara.

Jika menginginkan hasil yang lebih jelas dan tahan lama, disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter memilih metode perawatan medis yang sesuai.

Apakah bawah mata cekung yang cukup dalam bisa disamarkan dengan makeup?

Makeup dapat membantu menyamarkan cekungan di bawah mata agar terlihat lebih segar, tetapi tidak dapat mengatasi penyebab utama yang berasal dari struktur tulang atau penyusutan lemak secara langsung.

Mulailah dengan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan aplikasikan krim mata agar kulit di sekitar mata tetap lembap. Selanjutnya, gunakan corrector berwarna oranye atau peach untuk menetralkan warna gelap, lalu aplikasikan concealer yang sedikit lebih terang dari warna kulit dan baurkan hingga halus. Akhiri dengan bedak tabur transparan agar hasilnya lebih tahan lama. Jika tidak memiliki corrector, lipstik berwarna oranye atau merah dapat digunakan tipis sebagai alternatif.

Namun, perlu diingat bahwa makeup hanyalah solusi sementara. Jika cekungan di bawah mata sangat dalam, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat, seperti suntik filler atau suntik lemak di bawah mata.

Kesimpulan

Bawah mata cekung dapat terjadi akibat berbagai penyebab, seperti kurang istirahat, sirkulasi darah yang kurang baik, alergi, kebiasaan sering mengucek mata, atau penumpukan pigmen, termasuk juga faktor genetik dan struktur wajah yang memiliki cekungan sehingga menimbulkan bayangan di area bawah mata.

Perawatan dasar seperti tidur yang cukup, minum air yang cukup, serta penggunaan krim perawatan area mata dapat membantu. Namun, jika lingkaran hitam masih tampak jelas atau cekungan cukup dalam, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter spesialis untuk memilih metode perawatan yang tepat sasaran.

สำหรับผู้อ่านทุกท่านที่มีข้อสงสัยเพิ่มเติม ทีมแพทย์ We Clinic ยินดีให้คำปรึกษาฟรี

โดยไม่มีค่าใช้จ่าย หรือสามารถปรึกษาหมอทาง facebook หรือ Line ได้ที่นี่เลยครับ

ปรึกษา เสริมคาง เสริมจมูก ออนไลน์
Line chat facebook chat