Apa itu kolagen? Manfaat & cara memilih untuk mendapatkan kulit yang sehat, kencang, dan tampak lebih muda!

คอลลาเจน คืออะไร ประโยชน์ วิธีเลือก ให้ผิวสวยเด้ง

Baik anda ingin merawat kulit agar tampak cerah di seluruh tubuh, atau mengembalikan keremajaan hingga ke struktur kulit yang lebih dalam? “Kolagen” adalah salah satu hal penting yang tidak boleh kamu abaikan! Namun, kolagen tidak hanya memiliki satu jenis, dan tidak semua jenis cocok untuk semua orang.

Dalam artikel ini, kami merangkum semua hal yang perlu kamu ketahui—mulai dari apa itu kolagen, bagaimana cara kerjanya, hingga tips memilih kolagen yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Apa itu kolagen?

Kolagen (collagen) adalah protein struktural utama yang paling banyak ditemukan di dalam tubuh. Fungsinya adalah memperkuat kulit, otot, tulang, dan sendi. Kolagen dapat diibaratkan sebagai “lem alami” yang membantu menyatukan berbagai jaringan dalam tubuh.

Selain itu, kolagen berperan penting dalam menjaga kulit tetap lembut, kencang, dan tampak awet muda. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam memproduksi kolagen akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kendur, dan lebih mudah muncul kerutan.

Oleh karena itu, banyak orang mulai mencari cara untuk menambah kolagen agar kulit kembali terlihat sehat dan lebih segar.



Sifat-sifat kolagen

Kolagen (Collagen) memiliki sifat sebagai protein berserat dengan struktur khusus berupa heliks yang padat. Molekulnya saling terikat dengan kuat, sehingga kolagen memiliki elastisitas tinggi, kuat, dan sangat tahan lama. Serat kolagen memiliki daya pantul seperti pegas, yang menjadi kunci penting dalam membantu menjaga kulit tetap halus, kenyal, kencang, dan lembap.



Sifat-sifat inilah yang membuat kolagen menjadi “bintang utama” dalam dunia perawatan kulit. Selain membantu memperlambat tanda-tanda penuaan, kolagen juga membantu kulit tampak lebih cerah dari dalam. Sangat cocok bagi siapa saja yang ingin merawat kulit agar tetap sehat, kuat, dan tampak awet muda secara alami.

Kolagen mulai berkurang kapan?

Secara alami, tubuh kita dapat memproduksi kolagen sendiri sejak masa kanak-kanak. Namun, ketika memasuki usia 25 tahun ke atas, produksi kolagen akan mulai menurun sekitar 1,5% per tahun. Dan saat memasuki usia 30 tahun ke atas, tubuh hanya mampu menghasilkan sekitar 20–30% dibandingkan masa terbaiknya.

Ketika kolagen berkurang, kulit yang sebelumnya kencang, elastis, dan lembap akan mulai mengalami perubahan yang terlihat jelas, seperti munculnya kerutan, garis halus, kulit kendur, dan kekeringan. Selain itu, penurunan kolagen juga memengaruhi kekuatan kulit, otot, serta jaringan ikat lainnya dalam tubuh.



Oleh karena itu, merawat kulit sejak usia 25 tahun ke atas—baik dengan memilih makanan yang membantu merangsang produksi kolagen, mengonsumsi suplemen kolagen, maupun menggunakan produk yang mengandung kolagen secara tepat—menjadi langkah penting untuk menjaga kulit tetap awet muda lebih lama.

Kolagen ada berapa jenis?

Kolagen (Collagen) adalah protein struktural utama yang paling banyak ditemukan dalam tubuh manusia, yaitu sekitar 30% dari total protein. Kolagen berperan penting dalam memberikan kekuatan dan elastisitas pada berbagai jaringan seperti kulit, tulang, otot, dan tendon.

Meskipun telah ditemukan hingga 28 jenis kolagen, jenis yang paling umum dan memiliki peran penting dalam tubuh terdapat 5 tipe utama, yaitu:



  • Kolagen Tipe I (Type I): Merupakan jenis kolagen yang paling banyak ditemukan dalam tubuh, sekitar 90% dari total kolagen. Ditemukan pada kulit, tulang, ligamen, dan tendon, berfungsi memberikan kekuatan dan elastisitas pada jaringan.
  • Kolagen Tipe II (Type II): Banyak ditemukan pada tulang rawan, seperti pada telinga, hidung, dan sendi. Berfungsi meningkatkan elastisitas serta membantu meredam tekanan pada sendi.
  • Kolagen Tipe III (Type III): Biasanya ditemukan bersama kolagen tipe I pada kulit, otot, dan pembuluh darah. Berfungsi meningkatkan elastisitas dan kekuatan jaringan.
  • Kolagen Tipe IV (Type IV): Ditemukan pada lapisan epitel, seperti basal lamina dan basement membrane. Berperan dalam proses penyaringan zat serta memperkuat struktur jaringan.
  • Kolagen Tipe V (Type V): Ditemukan pada permukaan sel, rambut, dan plasenta. Berfungsi membantu pembentukan serat kolagen serta memperkuat jaringan.

7 tanda bahwa tubuh mulai kekurangan kolagen

Seiring bertambahnya usia atau kurangnya perawatan diri, tubuh akan memproduksi kolagen lebih sedikit. Hal ini dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, terutama kulit, sendi, dan otot, seperti berikut:



  • Kulit kendur dan kerutan makin terlihat jelas. Kolagen adalah struktur utama yang menopang kulit. Saat kolagen berkurang, kulit menjadi lebih tipis dan kurang kencang, sehingga garis halus di sekitar mata, mulut, dahi, dan pipi muncul lebih cepat dari biasanya.
  • Wajah tampak lelah dan pipi menjadi cekung, kolagen membantu menjaga volume dan kekenyalan kulit. Ketika jumlahnya menurun, wajah terlihat lebih datar dan kurang penuh, terutama di area bawah mata dan pipi, sehingga tampak kusam meskipun sudah cukup istirahat.
  • Otot melemah dan pemulihan lebih lambat, kolagen berperan dalam menjaga kekuatan dan elastisitas otot. Kekurangannya dapat menyebabkan tubuh mudah pegal, cepat lelah, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelah beraktivitas atau berolahraga.
  • Sendi terasa kaku dan kurang fleksibel, kolagen tipe II berfungsi sebagai bantalan pada sendi. Jika berkurang, ligamen dan sendi kehilangan elastisitasnya, sehingga terasa kaku saat bergerak atau berjalan.
  • Nyeri sendi atau mulai terjadi osteoartritis, kekurangan kolagen dapat membuat tulang rawan menipis dan meningkatkan risiko osteoartritis (Osteoarthritis), terutama pada orang yang lebih tua atau yang sering menggunakan sendi secara berat, seperti atlet.
  • Sirkulasi darah menurun, kolagen berperan dalam membentuk dinding pembuluh darah. Jika melemah, aliran darah menjadi kurang lancar, yang dapat menyebabkan tangan dan kaki terasa dingin, mudah lelah, atau tekanan darah tidak stabil.
  • Gangguan pencernaan dan sering kembung, kolagen membantu memperkuat lapisan usus. Jika lapisan ini menipis, dapat menyebabkan penyerapan nutrisi terganggu dan meningkatkan risiko peradangan pada sistem pencernaan.

3 cara mudah meningkatkan kolagen secara alami



Produksi kolagen dapat ditingkatkan baik dari dalam maupun luar tubuh melalui 3 cara utama, yaitu mengonsumsi makanan yang merangsang produksi kolagen, menggunakan suplemen kolagen, serta melakukan perawatan kulit yang membantu merangsang pembentukan kolagen di bawah lapisan kulit. Semua cara ini berperan penting dalam menjaga kulit tetap halus, kencang, dan tampak awet muda secara alami.

Meningkatkan kolagen melalui makanan alami

Mengonsumsi makanan yang tepat merupakan salah satu cara terbaik untuk merangsang produksi kolagen dari dalam. Meskipun mengonsumsi kolagen secara langsung tidak selalu diserap sepenuhnya oleh tubuh, memilih makanan yang kaya nutrisi penting untuk sintesis kolagen dapat membantu kulit tampak lebih muda, kencang, dan sehat secara alami.

  • Makanan tinggi protein seperti daging, putih telur, ikan, dan kacang-kacangan merupakan sumber asam amino esensial, terutama prolin dan glisin, yang menjadi struktur utama dalam pembentukan kolagen.


  • Sumber vitamin C alami. Buah-buahan asam, stroberi, kiwi, beri, sayuran hijau, dan brokoli kaya akan vitamin C yang berperan penting dalam proses sintesis kolagen serta membantu melawan radikal bebas yang merusak serat kolagen.


  • Lemak sehat dari ikan laut dan omega-3 seperti salmon, tuna, dan ikan laut dalam membantu melindungi kulit dari kehilangan kolagen serta meningkatkan elastisitas kulit.
  • Mineral penting untuk kolagen: Tembaga ditemukan dalam tiram, hati, jamur shiitake, dan sayuran hijau. Berperan membantu mengaktifkan enzim yang terlibat dalam pembentukan kolagen.
  • Seng ditemukan dalam daging merah, kacang-kacangan, produk susu, dan biji-bijian utuh. Berperan dalam memperbaiki kulit serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Suplemen kolagen

Mengonsumsi suplemen yang mengandung kolagen merupakan salah satu pilihan yang populer saat ini, terutama kolagen yang berasal dari ikan atau tumbuhan, yang dianggap sebagai sumber yang aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan secara teratur.



Kolagen dalam bentuk suplemen tersedia dalam berbagai jenis, seperti bubuk yang diseduh dan kapsul. Konsumen sebaiknya memilih produk yang telah terdaftar dan memiliki izin resmi, serta memiliki informasi yang jelas mengenai sumber bahan dan anjuran konsumsi.

Dokter menyarankan untuk mengonsumsi kolagen tidak lebih dari 10 gram atau sekitar 1.000 miligram per hari, dan tidak digunakan terus-menerus lebih dari 5 bulan untuk mengurangi risiko penumpukan dalam tubuh. Disarankan juga untuk tetap menjaga kesehatan secara menyeluruh agar hasil dari konsumsi kolagen dapat lebih optimal.

Perawatan kulit dengan tindakan stimulasi kolagen

Bagi siapa yang ingin memulihkan kulit secara lebih cepat dan mendapatkan hasil yang lebih jelas dibandingkan krim atau suplemen, perawatan kulit dengan tindakan yang merangsang produksi kolagen merupakan pilihan yang tepat. Terutama penggunaan zat dalam kelompok Collagen Biostimulator yang dapat disuntikkan ke lapisan dermis untuk merangsang proses pembentukan kolagen alami secara lebih mendalam.



Salah satu teknologi yang populer di dunia perawatan kulit adalah serum dengan kandungan Growth Factors berkonsentrasi tinggi, seperti Calecim® Professional Serum, yang mengandung hingga 8 jenis zat pemicu kolagen. Masing-masing memiliki fungsi khusus dalam membantu proses regenerasi kulit, seperti:

  • KGF (Keratinocyte Growth Factor) Merangsang pembentukan dan pertumbuhan sel kulit lapisan luar.
  • PDGF (Platelet Derived Growth Factor) Membantu memperkuat serta memperbaiki sel kulit, kolagen, dan pembuluh darah.
  • VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) Membantu pembentukan pembuluh darah baru dan mempercepat proses penyembuhan luka.
  • EGF (Epidermal Growth Factor) Merangsang pertumbuhan lapisan kulit, membantu pembentukan pembuluh darah baru, serta mempercepat penyembuhan luka.
  • FGF (Fibroblast Growth Factor) Merangsang sel untuk memproduksi kolagen dan membantu memperbaiki sel kulit yang rusak.
  • IGF (Insulin-like Growth Factor) Membantu mengatur pertumbuhan sel kulit.
  • TGF-B (Transforming Growth Factor Beta) Merangsang pembentukan sel epitel dan sel dinding pembuluh darah.
  • INTERLEUKIN-10 Membantu mengurangi proses peradangan sehingga kulit dapat pulih dan kembali sehat.


Metode ini cocok untuk anda yang memiliki masalah kulit kering, kurang kencang, atau mengalami tanda-tanda penuaan dini, agar kulit kembali lembap, glowing, dan tampak cerah. Terutama bagi usia 25 tahun ke atas, ketika produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun secara bertahap. Stimulasi langsung hingga ke tingkat sel kulit dapat memberikan hasil yang lebih terlihat jelas.

Di WE CLINIC, kami memiliki tim dokter berpengalaman yang dipimpin oleh Dr. Pingping, yang menyediakan perawatan stimulasi kolagen secara персонal sesuai kebutuhan masing-masing individu. Dengan teknik yang aman, lembut, serta penggunaan produk yang telah teruji dan bersertifikasi internasional, untuk hasil yang alami dan sesuai dengan keinginan anda.

7 manfaat kolagen



  • Mengurangi kerutan. Kolagen membantu memperkuat struktur kulit, mengurangi kekenduran dan kerutan, sehingga wajah tampak lebih kencang, halus, dan awet muda.
  • Menjaga kelembapan kulit. Membantu kulit menyimpan air dengan baik, mengurangi kulit kering, sehingga kulit tampak lembap, kenyal, dan sehat dari dalam.
  • Membantu regenerasi kulit agar lebih cerah. Kolagen membantu proses pergantian sel kulit secara alami, sehingga kulit baru tampak lebih halus dan cerah secara alami.
  • Menjaga kesehatan sendi dan tulang. Kolagen membantu menopang sendi dan mengurangi penurunan fungsi tulang rawan, sehingga pergerakan menjadi lebih nyaman dan fleksibel.
  • Memperkuat kuku dan rambut. Membantu memperkuat kuku agar tidak mudah rapuh serta membuat rambut lebih berkilau dan mengurangi kerontokan.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki jaringan. Kolagen berperan dalam memperbaiki sel yang rusak serta mendukung sistem kekebalan tubuh agar bekerja lebih optimal.
  • Membantu pembekuan darah lebih cepat. Kolagen berperan dalam proses pembentukan bekuan darah, membantu luka kecil sembuh lebih cepat dan mengurangi kehilangan darah.

5 kebiasaan yang merusak kolagen

Meskipun kolagen akan berkurang seiring bertambahnya usia, tahukah anda bahwa “kebiasaan sehari-hari” juga menjadi faktor penting yang dapat mempercepat penurunan kadar kolagen dalam tubuh lebih cepat dari seharusnya? Terutama kebiasaan berikut:

  • Merokok, zat kimia dalam rokok merangsang tubuh menghasilkan enzim yang secara langsung merusak kolagen, serta menurunkan kemampuan tubuh dalam memproduksi kolagen baru, sehingga kulit lebih cepat berkerut.
  • Konsumsi alkohol secara rutin. Alkohol menyebabkan kulit dehidrasi dan merusak struktur kolagen serta elastin, sehingga kulit menjadi kendur dan kehilangan elastisitas.
  • Konsumsi gula berlebihan. Asupan gula tinggi memicu proses glycation, yaitu reaksi antara gula dan protein dalam tubuh yang merusak serat kolagen dan elastin, sehingga mempercepat munculnya kerutan.
  • Paparan sinar matahari tanpa perlindungan. Sinar UV dapat merusak kolagen di lapisan dermis secara langsung. Tanpa penggunaan tabir surya, paparan matahari akan mempercepat degradasi kolagen.
  • Stres berkepanjangan. Saat stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol (cortisol) yang dapat mempercepat kerusakan kolagen, membuat kulit tampak kusam, kering, dan kurang elastis.

Kesimpulan

Kolagen adalah protein penting yang membantu menjaga kulit tetap kuat, halus, dan elastis. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh akan menurun, sehingga kulit menjadi kendur, muncul kerutan, dan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Saat ini, terdapat berbagai cara untuk meningkatkan kolagen, baik melalui produk topikal, suplemen, maupun tindakan stimulasi kolagen. Semua metode ini bertujuan untuk membantu memulihkan dan merawat kulit agar kembali tampak cerah, kencang, dan awet muda.

สำหรับผู้อ่านทุกท่านที่มีข้อสงสัยเพิ่มเติม ทีมแพทย์ We Clinic ยินดีให้คำปรึกษาฟรี

โดยไม่มีค่าใช้จ่าย หรือสามารถปรึกษาหมอทาง facebook หรือ Line ได้ที่นี่เลยครับ

ปรึกษา เสริมคาง เสริมจมูก ออนไลน์
Line chat facebook chat